JSON Variables

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, August 13, 2018

INILAH 10 KRITERIA UNTUK MENJADI GURU PROFESIONAL

BREAKING NEWS - Selain rajin, disiplin, dan sabar, apa saja kriteria yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru? Yuk, cek parameternya agar Bapak/Ibu menjadi teladan bagi siswa sekaligus guru profesional. 

1. Adil
Jadilah sosok pendidik yang obyektif, bukan subyektif. Adil di sini berarti Bapak/Ibu tidak berpihak pada satu sisi atau kelompok tertentu. Jadi, harus mampu menyikapi setiap siswa dengan karakter dan kemampuan yang beragam.



2. Terbuka
Selain itu, keterbukaan juga merupakan kriteria yang sangat penting bagi guru. Menerima kedatangan, pertanyaan, kritik, hingga masukan dari siswa. Untuk memperbaiki karakter siswa, Bapak/Ibu terlebih dulu harus melakukan perbaikan. Cobalah bersikap demokratis, tentu kelas akan jauh lebih menyenangkan.

Bukan hanya sikap, namun juga pikiran. Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, Bapak/Ibu harus bisa berpikiran terbuka. Ketimbang mengotak-ngotakkan mana murid pintar, bodoh, dan sedang-sedang saja, alangkah baiknya jika diubah sedikit cara berpikirnya. Setiap anak memiliki keunikan dan bisa sukses di kemampuannya masing-masing. Ketika Bapak/Ibu berpikiran terbuka, maka akan lebih mudah juga menyerap ilmu dari siapa pun, tanpa berpikir “Ah, saya sudah tahu itu,”. Zaman sekarang, ilmu itu bisa dari siapa saja lho, termasuk siswa di kelas.

3. Jadi Contoh
Selama ini, metode pengajaran apa saja yang telah Bapak/Ibu terapkan? Kalau hanya menyampaikan materi dengan ceramah panjang, rasanya tidak akan efektif. Pernah dengar “masuk telinga kiri, keluar telinga kanan”, kan? Tentu Bapak/Ibu tidak ingin hal demikian yang terjadi pada para peserta didik. Sebagai contoh sederhana, misalnya ada sampah yang tidak pada tempatnya di dalam kelas. Daripada hanya menegur “Jangan buang sampah sembarangan ya, anak-anak,”, akan lebih baik jika Bapak/Ibu langsung mengambil sampah tersebut dan memasukkannya dalam tempat sampah. Kemudian, ajak siswa bersama-sama membersihkan sambil menghias kelas. Ingatkan siswa bahwa sebagai penghuni kelas, maka harus bertanggungjawab atas semua yang dipakai, termasuk menjaga kebersihan dan ketentraman kelas. Dengan Bapak/Ibu memberi contoh, siswa tentu perlahan-lahan akan memiliki kesadaran untuk melakukan hal serupa. Hal ini juga akan mendewasakan siswa lho.

4. Bijaksana
Menjadi seorang guru, berarti harus bijaksana. Baik dalam mengambil keputusan, menyikapi masalah, maupun bertindak. Kalau Bapak/Ibu mampu menjadi sosok pendidik yang bijak, siswa tentu akan lebih respect. Pendidik yang bijaksana tahu bagaimana melakukan pendekatan yang tepat terhadap peserta didiknya.

5. Fleksibel
Well, menjadi guru memang harus punya prinsip, baik dalam nilai-nilai maupun pengetahuan. Namun, dalam menyampaikan prinsipnya, Bapak/Ibu sebaiknya fleksibel. Fleksibel di sini maksudnya adalah tidak kaku dan mampu menyesuaikan dengan kondisi, perkembangan, sifat, kemampuan, serta latar belakang siswa.

6. Peka
Bapak/Ibu Guru harus bisa cepat mengerti, memahami, dan melihat dengan perasaan apa yang terlihat pada siswa. Mulai dari ekspresi wajah, gerak-gerik, nada suara, dan lainnya. Jadi, guru dapat segera memahami apa yang dialami oleh siswa. Tidak hanya cepat memahami, tapi juga cepat tanggap untuk menanggulanginya.

7. Memahami proses
Dalam belajar dan mengajar, maka terjadi sebuah proses. Nah, proses ini tidak selalu mudah dilalui dengan cepat, bergantung pada individu masing-masing. Maka, penting sekali bagi seorang guru untuk bisa memahami arti proses. Memilih untuk menjadi guru tentu harus siap stok sabar yang banyak, bukan? Misalnya dalam mengajar, jika siswa tidak mudah memahami, maka jangan langsung dimarahi. Coba cek lagi, bagaimana karakter, tipe belajar, dan cara mengajar siswa tersebut.

Ketika selesai mengajar, seringkali Bapak/Ibu kembali ke rumah dalam keadaan yang sangat lelah. Tak terhindarkan juga rasa jenuh yang melanda ketika kehabisan akal menghadapi para siswa. Ini hal yang manusiawi kok. Namun, bisa diminimalisir jika Bapak/Ibu ingat betapa pentingnya sebuah proses. Jika merasa masih gagal dalam mengajar, cobalah untuk tetap menghargai setiap usaha yang telah dilakukan. Apabila hanya fokus pada kegagalan, maka akan memicu kemalasan, dan motivasi mengajar pun ikut turun. Jadi, hargai proses dan teruslah berinovasi.

8. Pengendalian diri
Menjadi seorang guru yang akan jadi teladan siswanya, maka harus bisa mengendalikan diri. Bapak/Ibu mampu memberikan pertimbangan rasional dalam memutuskan sesuatu dan memecahkan masalah. Kemudian, dapat menjalin hubungan sosial yang wajar dengan siswa, sesama guru, serta orangtua. Seorang guru yang profesional juga artinya telah bisa mengendalikan emosinya. Tahu bagaimana, kapan, dan di mana harus menyatakan emosinya.

9. Konsisten
Seorang guru juga harus bersikap konsisten, tidak plin-plan. Kalau sedikit-sedikit berubah, tentu akan berpengaruh pada tingkat respect siswa ke gurunya. Coba Bapak/Ibu tegas dan berwibawa dengan menerapkan disiplin positif. Kalau dari awal kesepakatannya A, maka seterusnya akan A, jangan tiba-tiba berubah haluan menjadi B. Sewaktu-waktu mungkin saja ada perubahan, asal disertai alasan yang masuk akal dan memberi manfaat bagi seluruh pihak.

Menjadi seorang guru harus konsisten dalam mengajar. Guru yang profesional dan tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi siswa. Sebagai guru, Bapak/Ibu dituntut menjadi sosok yang mampu menanamkan nilai-nilai terhadap siswa hingga mencapai kedewasaan. Jadi, harus tinggi konsistensinya.

10. Memahami jiwa siswa
Seorang guru itu layaknya dokter. Bagaimana dokter mengobati pasien yang sakit? Tentu dokter tersebut harus paham jenis penyakit yang diderita beserta pengobatannya. Nah, sama halnya dengan guru, mengobati jiwa siswa dan membentuk karakter baik. Oleh karena itu, jadilah guru yang mengerti sifat dasar jiwa manusia, kekurangan, serta cara menanganinya.

Baca juga ; Inilah 8 Tips agar Guru Disukai Siswa

Seorang guru ibarat seorang dokter. Untuk mengobati yang sakit, maka deperlukan dokter yang mengerti jenis penyakit yang diderita serta cara-cara mengobatinya. Begitu pula dengan seorang guru, dalam mengobati jiwa anak didiknya, membentuk akhlak yang baik. Untuk itu dibutuhkan pendidik yang mengerti akan sifat dasar jiwa manusia, kelemahan dan cara mengobatinya. Ibarat sakit, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi sebelum diobati hendaknya mencegah terjadinya penyakit. Dalam hal ini adalah akhlak anak didik. Sebelum mereka tumbuh dewasa dengan akhlak yang buruk maka sedini mungkin membentuk akhlak yang baik.

Nah, demikianlah 10 kriteria yang harus dimiliki guru sebagai tenaga pendidik. Happy teaching! [blog.ruangguru.com]

Inilah 8 Tips agar Guru Disukai Siswa

Tidak mudah untuk menjadi seorang guru apalagi jika kita ingin kehadiran kita di hadapan siswa menyenangkan, romantis, inspiratif, dan menjadi teladan. Secara administratif untuk menjadi seorang guru anda harus melalui dan memenuhi semua persyaratan yang diperlukan misalnya kualifikasi pendidikan yang dimiliki harus jenis pendidikan ‘ilmu keguruan’. Namun secara real di lapangan siapapun bisa menjadi guru.

Jarang sekali atau mungkin belum pernah terjadi ada orang yang menjadi guru karena mendapat anugerah atau pemberian orang lain. Seandainyapun ada, toh sicalon guru juga yang harus memilih bersedia atau tidak untuk menerima jabatan itu.



Setelah menjadi seorang guru anda harus mengetahui atau bila perlu memiliki ciri-ciri guru yang paling disukai siswa. Berikut ini adalah 8 ciri guru yang paling disukai siswa. Maaf, ini merupakan pengalaman pribadi yang pernah kualami sendiri.

1. Mudah tersenyum
Siswa paling suka kepada guru yang mudah tersenyum. Lebih menyenangkan lagi jika senyuman tersebut diselingi dengan sapaan. Guru yang ‘mahal’ senyum akan terkesan sangar dan sudah pasti tidak disukai siswa. Satu pesan buat anda, walaupun siswa suka dengan guru yang mudah tersenyum, jangan terlalu mengumbar senyum apalagi sampai senyum-senyum sendiri tanpa ada orang lain di sekitar anda !

2. Humoris
Belajar dengan serius memang harus diutamakan. Tetapi jika dalam penyampaian materi
ajar yang dilakukan guru terlalu serius maka yang terjadi adalah siswa menjadi bosan. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan bisa-bisa tidak tercapai. Selingi dengan humor ringan (jangan yang berat, anda bukan pelawak) ketika anda menyampaikan materi yang serius agar pembelajaran menjadi mengasyikkan dan siswa anda tetap fresh.

3. Menguasai bahan ajar
Rupanya ada guru yang kurang/tidak menguasai bahan ajar? Ada ! Tanya saja pada diri kita sendiri, terus jawab saja sendiri-sendiri (canda). Jujur, kita pasti pernah menemukan sosok guru yang sedang menyampaikan bahan ajar di depan kelas dengan bolak-balik melihat ke buku atau catatan yang ada di mejanya. Menurut anda, bagaimana penilaian siswa terhadap guru yang demikian?

4. Menjawab semua pertanyaan siswa
Rupanya ada guru yang tidak mampu menjawab semua pertanyaan siswa? Ada ! Dia mampu menjawab tapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa malah membuatnya bingung. Jangan sampai mahkluk yang membuat siswa kita tak nyaman (bingung) membuat kita tidak disukainya. Lantas bagaimana cara agar semua pertanyaan siswa dapat kita jawab? Jika anda tak mampu menjawab lemparkan pertanyaan tadi kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Kalau tak terjawab juga, jadikan PR, sementara itu anda boleh mencari jawabannya lewat teman atau meneruskan pertanyaan ke saudara kita, wak Google!

5. Berpenampilan menarik
Rupanya ada guru yang punya penampilan tidak menarik? Ada! Contohnya Aku, Aku hanya tampil menarik di hadapan guru honor kami yang masih belia dan cantik! (canda). Tampillah ‘gagah’ di hadapan siswa anda. Jangan nampak membungkuk, lamban, seperti tak mandi pagi dsb. Anda seorang guru tentu pernah ‘dicekoki’ dengan materi pelayanan prima. Praktekkan! Jangan hanya di depan rekan sejawat atau dengan masyarakat sekitar tapi lakukan di hadapan siswa anda, mudah-mudahan anda akan menjadi guru yang di nantikan siswa jika anda tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu.

6. Menyampaikan materi lewat permainan
Rupanya? Jangan dilanjutkan. Aku pernah membuat survey di kelasku dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana, diantaranya : “Pelajaran apa yang paling kamu sukai?” Apa jawaban dari mereka? Tanpa sengaja mereka sepakat : “Penjas, Pak!” Kusimpulkan bahwa ternyata mereka lebih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat permainan. Tantangan buat anda, ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam cara menyampaikan materinya dilakukan lewat permainan. Ingat! Bukan belajar sambil bermain, tapi bermain untuk belajar yang benar-benar untuk belajar. Kalau anda belum mampu menemukan teknik yang tepat seperti halnya saya, sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu ajak keluar semua siswa anda. Sebagai tahap awal lakukan proses pembelajaran dengan suasana santai misalnya di bawah pohon. Sayangnya cara seperti ini hanya sesuai untuk jumlah siswa yang relatif sedikit.

7. Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan 
Periksalah setiap tugas yang anda berikan kepada siswa, jangan menunda, walaupun kerja tersebut terasa memuakkan. Hargai jerih payah mereka. Berikan pujian dan penghargaan yang wajar kepada siswa anda yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jangan sekali-kali membunuhnya dengan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia ‘bodoh’ ketika hasil kerjanya jeblok, mungkin cara anda menyampaikan materi belum sesuai untuknya. Anggap saja dia sedang lamloud (lambat louding).

Baca juga ; MENDIKBUD MENEGASKAN TIDAK ADA KEBIJAKAN PENGHENTIAN TUNJANGAN BAGI GURU

8. Bertanggung jawab (berwibawa)
Bagian yang terakhir ini gampang-gampang susah karena tanggung jawab yang sudah kental biasanya agak sulit dipertahankan dan gampang mengendor. Ada guru yang tidak bertanggung jawab? Tidak! Semua guru bertanggung jawab. Tapi besar kecilnya tanggung jawab, itulah yang menjadi persoalan. Bertanggung jawablah anda pada hal-hal kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa anda jika anda merasa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan anda dengan rasa kesal dan jujur ketika anda tidak dapat mengisi kelas atas sebab tertentu. Jadilah guru yang dirindukan siswa anda, dihormati siswa anda, bukannya ‘ditakuti’ mereka. [rumahmentor.wordpress.com]

MENDIKBUD MENEGASKAN TIDAK ADA KEBIJAKAN PENGHENTIAN TUNJANGAN BAGI GURU

BREAKING NEWS - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penghentian tunjangan bagi guru. Hanya saja, pembayarannya menggunakan dana yang mengendap di pemerintah daerah.

"Tidak ada itu (penghentian tunjangan guru). Itu memang kita sisir, ada tunjangan guru yang tidak terserap. Artinya uang itu sudah ada di kas daerah. Kita surati ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) supaya uang itu dulu saja yang dibuat bayar. Jangan dikirim uang, bukan berarti disetop," terang Muhadjir di Malang, Minggu (12/8).



Jika tidak segera dilakukan pencairan, dana itu menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang harus dikembalikan pada negara. Ketika awal menjadi Menteri Pendidikan, Silpa lembaganya mencapai Rp 2,3 triliun.

"Karena 4 tahun tidak diingatkan oleh Kementerian Keuangan, akhirnya uangnya numpuk. Sekarang mulai kita sisir, pokoknya kita cek daerah yang uangnya belum terserap, kita minta Kemenetrian Keuangan suruh segera uang itu untuk bayar," terangnya.

Baca juga ; Dulunya Gaptek, Tapi Siapa Sangka Guru ini Sukses Meraup Keuntungan Dari Bisnis Online

Sebelumnya, beredar surat Kementrian Keuangan yang menyatakan akan menghentikan penyaluran beberapa tunjangan yang biasa didapatkan oleh para guru di daerah. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang bersifat segera.

Surat tersebut sebagai tidak lanjut surat Skretaris Jenderal Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai permohonan penghentian transfer Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG) dan dana Tambahan Penghasilan Guru (tamsil) melalui DAK non fisik tahun 2018. [www.merdeka.com]

Sunday, August 12, 2018

Dulunya Gaptek, Tapi Siapa Sangka Guru ini Sukses Meraup Keuntungan Dari Bisnis Online

BREAKING NEWS - Jika ada niat dan keyakinan, pasti akan ada jalan. Itulah yang selalu dikatakan Syafria Ningsih (47), seorang pengusaha busana muslim yang sukses berjualan online di Bukalapak.

Perempuan asal Medan, Sumatera Utara ini mengatakan awalnya tak pernah terpikir untuk berjualan online karena ia sama sekali tidak memahami dunia digital. Namun kemudian, ia merasa usaha offline yang dijalankannya sejak 2006 tak membuahkan hasil, bahkan hampir bangkrut.



"Saya itu gaptek alias gagap teknologi. Bagaimana mau jualan online, terima chat atau akses internet saja saya enggak ngerti. Akan tetapi, saya harus berubah agar bisnis saya bisa terus jalan," ujar perempuan yang akrab disapa Tante Keke tersebut kepada Tekno Liputan6.com, Jumat (10/8/2018) sore di Medan.

Tante Keke kemudian bertekat untuk jualan online di Bukalapak pada akhir 2016. Ia mengaku, Bukalapak mengajari dirinya membuat akun hingga berhasil seperti saat ini.

"Mengingat usia saya yang sudah tidak muda lagi, jadi sedikit kesusahan. Apalagi kedua anak saya kuliah di luar kota. Berkat bantuan teman-teman Komunitas Bukalapak, saya dapat berjualan di Bukalapak. Saya bersyukur, berjualan melalui e-Commerce seperti Bukalapak melancarkan usaha saya," ungkapnya dengan senyum.

Perempuan kelahiran 17 April 1971 ini pun mengaku merasa sangat tersentuh dengan pengalaman yang ia jalankan selama berjualan online.

"Saya tidak akan melupakan momen ini. Komunitas Bukalapak mendongkrak bisnis saya, yang mulanya minim penghasilan, kini bisa menjangkau pasar seluruh Indonesia," ungkapnya.

Untuk diketahui, Tante Keke merupakan mantan pegawai negeri sipil (PNS) sebagai guru matematika SMA dan memutuskan untuk keluar sebagai PNS karena ingin merawat anak-anaknya. Sebagai ibu rumah tangga, ia tidak mau berdiam diri dan merintis jualan offline pada 2006.

Pada 2007, ia mulai jualan sistem jaringan di rumah dengan menjual produk busana muslim, terutama busana muslim anak. Pada 2008, ia aktif mengajak ibu-ibu untuk memiliki sampingan usaha jualan.

Lalu pada 2009, ia membuka toko fisik dan gencar mencari reseller atau agen di tiap kota. Tante Keke bergabung di Bukalapak sejak 2016.

Sebelumnya, ia sempat mencoba jualan di Facebook dan Instagram. Akan tetapi, ia merasa tidak percaya sepenuhnya dan bingung. Setelah ada yang mengenalkan sistem di Bukalapak dan terjamin keamanannya, barulah Tante Keke berani jualan di Bukalapak.

"Di Bukalapak terdapat fitur-fitur premium yang sangat membantu saya meningkatkan penjualan. Salah satunya, saya menggunakan fitur push untuk mempromosikan barang sehingga berada di posisi pertama di halaman daftar barang atau pun berdasarkan pencarian by relevance," ujarnya menjelaskan.

Baca juga ; 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulis

Selain berjualan online, ibu dua anak ini juga aktif mengajak para pelapak agar tetap semangat berjualan, dan berbagi pengalaman di komunitas Bukalapak. Ia pun merangkul komunitas untuk membuat keseruan yang bisa menambah keakraban di antara pelapak.

"Tidak hanya membahas jualan, tapi lebih mengarah pada solidnya hubungan di antara komunitas. Saya mengajak para usaha kecil menengah (UKM) atau pebisnis online untuk berjualan lewat Bukalapak. Menurut saya, semapan apa pun bisnis kita, harus mulai ke online karena memang sudah zamannya," ucap Tante Keke. [www.liputan6.com]

Saturday, August 11, 2018

17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulis

BREAKING NEWS - Di tahun 2015, Theguardian.com, pernah melansir sebuah artikel yang membahas tentang jumlah penduduk buta huruf di dunia. Hasil penelitian dari World’s Women 2015 Report, menunjukkan bahwa sebanyak 781 juta orang di dunia berusia di atas 15 tahun merupakan penduduk buta huruf.

Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Sebab tujuan pendidikan hanya bisa dicapai jika budaya membaca dan menulis terus dilestarikan.



Data tersebut nampaknya bukan merupakan isapan jempol belaka. Di Amerika Serikat, ternyata ada seorang guru yang diketahui tidak mampu membaca. Hal tersebut seakan menjadi sebuah paradoks. Sebab bagaimana mungkin orang yang tidak bisa baca tulis mampu menjadi guru?

1. Inilah John Concoran, seorang guru yang ternyata tidak bisa membaca maupun menulis
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulisbbc.com
John lahir di New Mexico, USA, pada tahun 1937, dan merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Saat ia masih kecil, ia tergolong anak yang lambat bisa berbicara. Namun ia memiliki semangat besar untuk bersekolah.

Pada tahun pertama di sekolah, segalanya terasa mudah. Keanehan terjadi ketika ia menginjak tahun kedua di sekolah dasar, di mana ia mulai belajar membaca.

Ketika melihat huruf, ia merasa seperti melihat aksara Cina dan tidak mampu membacanya. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga ia lulus dari sekolah dan mulai berkarier. Belakangan, diketahui ternyata ia mengidap diseleksia.

Yakni sebuah gangguan proses belajar di mana penderitanya mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, atau mengeja.

2. Tidak berdiam diri, John justru mencari cara lain untuk dapat mengatasi kondisinya
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulislifedaily.com
Diam-diam, ia sangat tersiksa dengan keadaannya. Bahkan setiap malam ia berdoa agar Tuhan memberikannya kemampuan membaca keesokan harinya. Namun keadaan tidak juga berubah. Di sekolah ia termasuk ke dalam golongan “anak-anak bodoh” karena tidak mampu membaca.

Namun pada setiap kenaikan kelas, gurunya selalu meyakinkan orangtuanya bahwa John adalah murid yang cerdas.

Hal itu terus diucapkan gurunya kepada orangtua John setiap kenaikan kelas. Hingga akhirnya John menyerah untuk membaca ketika ia menginjak kelas 5. Ia merasa sekolah bukanlah tempat yang menyenangkan baginya.

Ia sadar ia telah mengecewakan orangtuanya dan bertekad mencari cara untuk dapat mengatasi kondisinya tersebut.

3. John terbilang cerdik. Ia mampu lulus sekolah hingga universitas tanpa ada seorang pun mengetahui jika ia tidak bisa membaca
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulissoundcloud.com
LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH
Editors’ Picks
9 Nama Bayi Putri Dari Anak Seleb Indonesia Yang Mengandung Doa Indah
7 Penginapan Di Jogja Yang Bisa Jadi Spot Foto Pre-Wedding, Estetis!
8 Pelajaran Cinta Dari Baim Wong-Paula, Kalau Yakin Gak Perlu Ditunda
Meski tidak bisa membaca, John sadar akan kelebihan yang dimilikinya. Ia sangat berbakat dalam olahraga, pandai dalam matematika, serta pintar bergaul. Dengan mengencani perempuan pintar dan populer yang bersedia mengerjakan pekerjaan rumahnya, ia dapat mudah lulus dari sekolah.

Bahkan saat SMA ia menjadi bintang sekolah karena keahliannya dalam bidang olahraga. Pada saat ujian, ia mampu menulis namanya sendiri, tapi tidak mampu membaca 1 kalimat pun. Alhasil, ia harus menyontek untuk dapat mengerjakan soal-soal ujian atau ia akan meminta temannya untuk mengerjakan ujiannya. Selepas lulus dari SMA, ia mendapatkan beasiswa penuh atas prestasi olahraga yang dimilikinya.

Tidak hanya itu, semasa kuliah ia juga pernah memasuki kantor profesornya pada saat tengah malam dan mencuri soal ujiannya untuk ia kerjakan, sebelum ia serahkan keesokan harinya. Singkat cerita, ia akhirnya lulus dari universitas.

4. Bagaimana akhirnya ia ketahuan?
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulismarinlibrary.org
Lulus dari universitas, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi sebuah guru pada sebuah SMA, dan ia menerimanya! Ia mengaku hal tersebut merupakan hal tergila dalam hidupnya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin ia mengajar siswa tanpa memiliki kemampuan membaca? Namun ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai guru ilmu sosial dalam kurun waktu 17 tahun sebelum akhirnya “rahasia”nya terungkap.

Pada sebuah wawancara yang dilansir dari Thehuffingtonpost.com, ia mengisahkan bahwa dulu putri kecilnya sering meminta dibacakan dongeng sebelum tidur. Ia lantas memegang buku dan mengganti halaman buku seolah-olah ia sedang membacakan buku cerita.

Padahal sesungguhnya ia hanya mengarang-ngarang ceritanya saja. Hingga suatu hari, putrinya meminta dibacakan buku cerita yang ia belum pernah dengar sebelumnya. Saat ia sedang mengarang cerita untuk putrinya.

Sang istri diam-diam memperhatikannya dan menyadari bahwa John tidak benar-benar membaca. Saat itulah ia mengakui kondisi sesungguhnya pada istrinya bahwa ia tidak bisa membaca.

Ia kemudian mengikuti sebuah kelas membaca yang diadakan pada perpustakaan umum. Ia baru bisa membaca ketika usianya menginjak 48 tahun.

5. Meski begitu, ia termasuk guru favorit di sekolah
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulisbarnesandnoble.com
Tidak ada satu guru dan murid pun yang mengetahui bahwa ia bisa membaca. Meski begitu, ia termasuk guru favorit di sekolah. Saat mengajar, ia tidak pernah menulis di papan tulis maupun membagikan modul kepada para siswa. Ia mengajak para siswa menonton banyak film dan melakukan diskusi.

Ia akan memilih 2-3 siswa yang menurutnya dapat menulis dan membaca dengan baik, untuk dapat membantunya tanpa ia perlu memberitahukan keadaan diri yang sebenarnya.

Baca juga ; Duh... Tunjangan PNS Bakal Dihapus

Ia memiliki dedikasi yang tinggi pada pekerjaannya. Namun terkadang ia merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Ia tidak mampu memberitahu keadaannya kepada siapapun, sebelum akhirnya ia menceritakan kondisinya kepada istri. Beruntung istrinya selalu mendukung agar tidak putus asa hingga akhirnya ia bisa bangkit dari keterpurukan.

Setelah berhenti menjadi guru, John beralih profesi menjadi agen real estate. John ingin membantu orang-orang yang pernah mengalami kesulitan seperti dirinya, dengan membuat sebuah buku tentang perjalanan hidupnya.

Ia juga membuka yayasan untuk membantu memberantas angka buta huruf. Bahkan ia terjun secara langsung dengan menjadi guru sukarelawan pada Dewan Literasi Lokal untuk membantu orang-orang agar dapat membaca. [www.idntimes.com]

Duh... Tunjangan PNS Bakal Dihapus

BREAKING NEWS - Pemerintah berencana menyederhanakan jumlah komponen tunjangan yang diterima Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, jenis dan komponen tunjangan yang diterima PNS dinilai terlalu banyak, sehingga skema penggajian dianggap berbelit-belit.

Berikut ini fakta-fakta tentang tunjangan PNS yang diguga untuk hemat uang negara, yang dirangkum oleh Okezone Finance:



1. Jenis dan komponen tunjangan yang diterima PNS dinilai terlalu banyak, sehingga skema penggajian dianggap berbelit-belit.

2. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyederhanaan tunjangan PNS bukanlah untuk penghematan anggaran.

3. Wacana tersebut masih bersifat sangat umum dan belum bisa dibeberkan kepada publik secara rinci.

4. Usulan tersebut berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Adapun pertimbangan dalam mengusulkan hal tersebut adalah untuk melakukan reformasi di bidang kepegawaian negara.

 Hari Ini Seluruh PNS Pemprov DKI Masuk Kerja Pascalibur Lebaran

5. Dalam reformasi tersebut, salah satu yang paling penting untuk dibenahi adalah ada tiga poin. Ketiga poin tersebut adalah organisasi, fungsi, rekruitmen hingga penggajian.

6. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut, sebab pembicaraan mengenai masalah tersebut masih ada di tahap awal.

Baca juga ; DAFTAR 189 DAERAH YANG TUNJANGANNYA DISTOP KEMENKEU

Sumber ; economy.okezone.com

DAFTAR 189 DAERAH YANG TUNJANGANNYA DISTOP KEMENKEU

BREAKING NEWS - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) menyebutkan penghentian penyaluran dana berbagai tunjangan guru berlaku di 189 daerah.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan, tunjangan itu ini terdiri dari tunjangan profesi guru (TPG), tunjangan khusus guru (TKG), dan dana tambahan penghasilan guru (Tamsil).



"Untuk pagu TPG Rp 56,8 triliun, TKG Rp 1,8 triliun, Tamsil Rp 795 miliar," kata Prima saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Dari 189 daerah, Prima menyebut untuk TPG terhadap 10 daerah yang dihentikan penyalurannya. Pada kuartal I telah disalurkan Rp 17 triliun untuk 530 daerah, pada kuartal II telah disalurkan Rp 14,2 triliun.

"Dihentikan penyaluran untuk 10 daerah sebesar Rp 29,9 miliar," ujar dia.

Sedangkan untuk TKG, Prima menyebutkan yang dihentikan penyalurannya sebanyak 39 daerah. Dari pagu Rp 1,8 triliun, telah disalurkan pada kuartal I sebesar Rp 512,1 miliar dan kuartal II sebesar Rp 412,2 miliar untuk 343 daerah.

Baca juga ; TRANSFER TUNJANGAN GURU DIHENTIKAN, INI ALASAN KEMENKEU...

Lalu, untuk Tamsil penyaluran yang dihentikan untuk 140 daerah. Dana yang sudah disalurkan pada kuartal I sebesar Rp 214,8 miliar dan kuartal II sebesar 151,7 miliar untuk 396 daerah.

Sehingga, jika ditotal maka terdapat 189 daerah yang dihentikan penyaluran berbagai dana tunjangan yang didapatkan guru di daerah. [finance.detik.com]

TRANSFER TUNJANGAN GURU DIHENTIKAN, INI ALASAN KEMENKEU...

BREAKING NEWS - Kementerian Keuangan menghentikan penyaluran dana tunjangan guru di sejumlah daerah. Tunjangan dihentikan berupa tunjangan profesi guru (TPG), tunjangan khusus guru (TKG), serta dana penghasilan tambahan guru (Tamsil) untuk penyaluran pada kuartal I dan II 2018.

Tidak semua pemda bakal menghentikan tunjangan guru tersebut. Namun, hanya untuk pemda yang masih memiliki kas yang mencukupi atau belum menyalurkan anggaran tunjangan guru.



Penghentian tersebut berdasar permintaan Kemendikbud. Melalui surat Sekjen Kemendikbud Nomor 44471/A.A1.1/PR/2018 pada 16 Juli 2018, Kemendikbud meminta agar Kemenkeu menyetop penyaluran dana tunjangan untuk beberapa daerah yang belum menyalurkan tunjangan secara maksimal pada 2017. Kemenkeu mengabulkan permintaan tersebut melalui surat Kemenkeu nomor S-176/PK.2/2018.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengatakan, penyetopan penyaluran ini dilakukan untuk pemda-pemda yang belum menyalurkan tunjangan guru dengan baik. Dengan demikian, ke depannya, anggaran untuk tunjangan guru masih ada.

Kebijakan tersebut tidak akan membuat guru gigit jari. Pemda cukup menyalurkan anggaran yang sudah ada. "Ini mekanisme biasa,'' kata Astera,seperti dioberitakan Jawa Pos.

Dia menegaskan, bagi daerah yang memiliki dana mengendap yang mencukupi untuk membayar tunjangan guru hingga akhir tahun, maka Kemenkeu bisa menerima rekomendasi Kemendibud tersebut. Dana mengendap tersebut dapat dimaksimalkan untuk membayar tunjangan guru.

"Hal ini tidak mengganggu hak guru dalam menerima tunjangan karena anggarannya di daerah tersebut tersedia," lanjut Astera.

Sebaliknya, bagi pemda yang tidak memiliki dana mengendap atau yang sudah menyalurkan dana tunjangan guru, maka tidak masuk dalam daftar rekomendasi dari Kemendikbud untuk penyetopan dana tunjangan. Atau tetap mendapat transfer dari pemerintah pusat.

Dari data Kemenkeu, pagu anggaran TPG pada 2018 tercatat sebesar Rp 56,8 triliun. Dari pagu tersebut, pada kuartal I Kemenkeu telah menyalurkan sebanyak Rp 17 triliun untuk 530 daerah. Kemudian pada kuartal II telah tersalur sebesar Rp 14,2 triliun juga untuk 530 daerah. Sementara itu, penghentian penyaluran dilakukan kepada 10 daerah dengan anggaran sebesar Rp 29,9 miliar.

Selanjutnya, untuk TKG, pagu anggaran tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun. Untuk kuartal I, pagu yang telah tersalurkan sebesar Rp 512,1 miliar dan kuartal II tersalur sebesar Rp 412,2 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk 343 daerah. Di luar itu, ada 39 daerah yang tidak mendapat tunjangan tambahan sebesar Rp 120,1 miliar.

Baca juga ; REVISI UU ASN : MULAI TAHUN DEPAN, PEGAWAI HONORER DAN PTT DIANGKAT PNS TANPA TES !!

Sementara untuk Dana Tamsil, pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 795 miliar. TPG yang telah tersalur sebesar Rp 214,8 miliar pada kuartal I, dan Rp 151,7 miliar untuk 396 daerah. Dana tersebut kemudian dihentikan penyalurannya untuk 140 daerah dengan pagu Rp 145,8 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, pada dasarnya pemerintah tidak menghapus tunjangan kepada guru melalui penghentian penyaluran tersebut.

"Yang ada adalah penghitungan kembali secara akurat mengenai jumlah yang ada, dan berapa yang akan dibayar sesuai dengan jumlah (dana mengendap) yang ada," tuturnya. [www.jpnn.com]

Wednesday, August 8, 2018

REVISI UU ASN : MULAI TAHUN DEPAN, PEGAWAI HONORER DAN PTT DIANGKAT PNS TANPA TES !!

BREAKING NEWS - Kabar Gembira untuk sahabat yang termasuk honorer dan PTT. Pemerintah akan segera menyelesaikan revisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika Undang-undang ASN telah rampung, maka Honorer dan PTT akan diangkat tanpa tes. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengajukan usul inisiasi untuk merevisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Arif Wibowo menyebut revisi ini adalah kabar gembira bagi pegawai honorer.

“Jadi begini, poin terpenting perubahan ini adalah, pertama, untuk menyelesaikan urusan tenaga honorer, PTT (pegawai tidak tetap), harian lepas, dan lain sebagainya. Pegawai yang bekerja di instansi pemerintah yang di atas 5 tahun yang statusnya tidak jelas diharapkan problem tersebut selesai,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Selasa (20/12/2016).



Sebelumnya, aturan mengenai PNS mengacu pada UU Pokok Kepegawaian No 43 Tahun 1999. Kemudian aparatur sipil negara diatur lebih spesifik dalam UU ASN No 5 Tahun 2014.

“Memang honorer sejak dahulu menjadi pijakan untuk menjadi PNS, tetapi pemerintah melakukan rekrutmen dengan mekanisme tes yang di luar kemampuannya,” imbuh Arif.

Menurut dia, mekanisme tes yang selama ini dilakukan tak sesuai dengan posisi pegawai honorer tersebut. Sehingga sudah hampir pasti pegawai honorer kesulitan lulus tes.

“Untuk mentransformasikan mereka jadi PNS tanpa perlu tes. Semua orang bertanya, kenapa enggak perlu tes? Kalau tesnya seperti kemarin, sudah pasti mereka enggak lulus. Sebagian akan pensiun. Karena itu, negara harus menghargai jerih payah mereka, bahwa itu kesalahan masa lalu, aspek yang lain, negara harus hormati,” ungkap Arif.

Arif juga berpendapat bahwa keunggulan para pegawai honorer itu sebetulnya adalah kesetiaan mereka untuk mengabdi. Sehingga tak perlu tes untuk menjadikan mereka sebagai PNS.

“Mereka kan mengabdi sudah lama, bahkan ada yang sudah hampir memasuki masa pensiun,” kata Arif.

Baca juga ; Honorer 35 Tahun ke Atas Kemungkinan tak Bisa Ikut CPNS

Dalam draf revisi UU ASN yang diperoleh, memang tak disebutkan secara rinci soal mekanisme tes. Di situ hanya disebutkan bahwa pemerintah harus mengangkat pegawai honorer jadi PNS dalam Pasal 131A sebagai berikut:

Pasal 131A

(1) Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak yang bekerja terus-menerus dan diangkat berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan sampai dengan tanggal 15 Januari 2014, wajib diangkat menjadi PNS secara langsung dengan memperhatikan batasan usia pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90.

(2) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada seleksi administrasi berupa verifikasi dan validasi data surat keputusan pengangkatan.

(3) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memprioritaskan mereka yang memiliki masa kerja paling lama dan bekerja pada bidang fungsional, administratif, pelayanan publik antara lain pada bidang pendidikan, kesehatan, penelitian, dan pertanian.

(4) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan masa kerja, gaji, ijazah pendidikan terakhir, dan tunjangan yang diperoleh sebelumnya.

(5) Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak diangkat menjadi PNS oleh pemerintah pusat.

(6) Dalam hal tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak, tidak bersedia diangkat menjadi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus membuat surat pernyataan ketidaksediaan untuk diangkat sebagai PNS. [http://www.bantushare.today]

Honorer 35 Tahun ke Atas Kemungkinan tak Bisa Ikut CPNS

BREAKING NEWS - Ribuan guru honorer kategori dua (K2) yang berusia di atas 35 tahun ke atas kemungkinan besar tidak bisa mendaftar CPNS tahun 2018. Hingga saat ini belum ada keputusan dari pemerintah terkait dibentuknya formasi khusus maupun seleksi khusus guru honorer K2 tersebut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara  (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, infrastruktur pendaftaran CPNS tahun 2018 akan dilakukan secara daring melalui https:sscn.bkn.go.id (web SSCN) yang di desain sesuai dengan Undang-undang ASN. Dengan begitu, guru honorer yang berusia di atas 35 tahun ke atas tidak bisa mendaftar karena tentunya sistem akan menolak.



"Sejauh ini tidak ada (pendaftaran formasi khusus). Yang kami sedang persiapkan yaitu pendaftaran daring yang web SSCN itu, dan karena dirancang sesuai UU ASN jadi usia 35 tahun ke atas tentu tidak bisa," kata Ridwan saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (8/8).

Terkait persiapan infrastruktur, kata Ridwan, saat ini pihaknya pun terus mematangkan semua tahapan pendaftaran. Mulai dari pendaftaran daring, seleksi administrasi, sampai dengan proses seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Selain itu, kata Ridwan, untuk pendaftaran CPNS tahun 2018 ini pun BKN telah merancang sistem yang bisa melinierkan jurusan studi pelamar dengan posisi yang dibutuhkan. "Misalnya yang lulusan teknik sipil, nanti sistem kami akan mengarahkan posisi mana saja yang bisa di apply. Kalau tahun kemarin kan semua jurusan itu bebas mau daftar di mana, nah tahun sekarang tidak begitu," kata dia.

Baca juga ; Ini Dia Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Daftar CPNS 2018

Sementara itu, Ridwan menambahkan, sistem Helpdesk dan pengaduan juga akan dilaksanakan dengan lebih efektif, cepat, transparan dan efisien. Sistem Helpdesk ini, akan dibuat secara daring yang menyatu dengan web SSCN maupun luar jaringan (Kuring) di Kantor Pusat BKN dan 14 Kantor Regional BKN.

"Kami maksimalkan semua persiapan, tentunya agar meminimalisasi hacker, atau kendala lainnya," kata Ridwan.

Untuk menghindari kabar dan informasi hoaks, dia pun mengimbau agar masyarakat memantau informasi resmi penerimaan CPNS hanya berasal dari web dan kanal informasi Kementerian PAN dan RB dan BKN. Untuk BKN telah disediakan berbagai kanal informasi yaitu web www.bkn.go.id serta media sosial twitter.com/BKNgoid, facebook.com/BKNgoid, instagram.com/BKNgoidOfficial serta youtube.com/c/BKNgoidOfficial. [www.republika.co.id]

Ini Dia Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Daftar CPNS 2018

BREAKING NEWS - Pemerintah menjamin lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 akan dibuka pada Agustus ini. Masyarakat diminta mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi yang akan digelar. 

Lantas, apa persyaratan serta dokumen yang perlu disiapkan dalam pembukaan lowongan CPNS di 2018 ini?



Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir mengatakan, dari sisi prosedur dan persyaratan tidak jauh berbeda dengan pembukaan lowongan CPNS tahun 2017.

"Kalau dari sisi prosedur nanti, saya kira relatif sama. Prosesnya sebenarnya hampir sama. Tapi nanti akan diumumkan oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara). Tapi gambarannya bisa dirujuk seperti yang kemarin (tahun lalu)," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (3/8/2018) lalu.

Baca juga ; Viral curhatan guru honorer bergaji Rp 150 ribu/bulan, bikin salut ! Ternya Begini Caranya Bertahan Hidup...

Sementara, berdasarkan catatan detikFinance seperti tahun-tahun sebelumnya, dokumen administrasi yang perlu disiapkan pelamar CPNS 2018 tenaga profesional sebagai berikut:

1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai yang telah dilegalisir
3. Surat keterangan akreditasi dari BAN PT.
4. Pas foto terbaru ukuran 4x6 cm sebanyak 4 lembar - latar belakang merah.

Dokumen tambahan bagi lulusan DIII dan SMA/sederajat:

1. Materai Rp 6.000
2. Fotokopi KTP
3. Fotokopi ijazah/STTB
4. Fotokopi ijazah SD
5. Fotokopi ijazah SLTP
6. Fotokopi ijazah SLTA

Sumber ; finance.detik.com