JSON Variables

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts

Saturday, December 21, 2024

Dampak Positif dan Negatif Belajar Online

Belajar online adalah salah satu metode pendidikan yang semakin populer di era digital. Dengan segala kemudahannya, belajar online menawarkan fleksibilitas waktu dan akses yang lebih luas, sehingga menjadi pilihan utama bagi banyak orang, terutama anak muda. Namun, di balik kelebihannya, belajar online juga memiliki tantangan yang perlu diatasi. Artikel ini akan membahas dampak positif dan negatif belajar online secara lengkap.

Keuntungan Belajar Online

1. Waktu Belajar Fleksibel

Salah satu keuntungan terbesar dari belajar online adalah fleksibilitas waktu. Kamu nggak perlu lagi bangun pagi untuk mengejar jam kelas. Kamu bisa atur jadwal sesuai kebutuhan dan rutinitasmu. Ini sangat cocok buat kamu yang punya kesibukan lain, seperti bekerja part-time atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

2. Akses Lebih Luas ke Materi Pembelajaran

Belajar online memungkinkan kamu mengakses berbagai materi dari institusi pendidikan terbaik di dunia. Mau kursus dari universitas luar negeri atau belajar skill baru dari platform belajar online? Semua ada di genggamanmu. Bahkan, banyak platform menawarkan kursus gratis atau biaya yang lebih terjangkau dibandingkan pendidikan formal.

3. Gaya Belajar yang Bisa Dikustomisasi

Setiap orang punya cara belajar yang berbeda-beda. Ada yang lebih mudah paham lewat video, ada yang suka baca modul, atau bahkan mendengarkan audio. Dengan belajar online, kamu bisa memilih gaya belajar yang paling sesuai denganmu, sehingga proses belajarmu jadi lebih efektif.

Tantangan dalam Belajar Online

1. Kurangnya Interaksi Sosial

Kalau di kelas tatap muka kamu bisa langsung berdiskusi dengan teman atau guru, di belajar online hal ini lebih terbatas. Kurangnya interaksi sosial bisa membuat kamu merasa kesepian atau bahkan kehilangan kesempatan untuk belajar soft skill seperti kerja tim dan komunikasi.

2. Kesulitan Mengatur Waktu

Fleksibilitas waktu memang menguntungkan, tapi di sisi lain bisa jadi jebakan. Tanpa disiplin yang kuat, kamu mungkin cenderung menunda-nunda tugas atau belajar di menit-menit terakhir. Rasa malas sering kali menjadi tantangan utama dalam belajar online.

3. Keterbatasan Teknologi dan Akses Internet

Belajar online membutuhkan perangkat yang memadai seperti laptop atau smartphone, serta koneksi internet yang stabil. Sayangnya, tidak semua orang memiliki fasilitas ini. Bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki kendala finansial, ini menjadi hambatan besar.

Tips Mengatasi Tantangan Belajar Online

1. Membangun Interaksi Sosial secara Virtual

Supaya nggak merasa kesepian, kamu bisa bergabung dalam komunitas belajar online atau mengikuti diskusi kelompok secara virtual. Ini nggak hanya menambah wawasan, tapi juga membantu kamu membangun relasi dengan orang-orang baru.

2. Membuat Jadwal Belajar yang Teratur

Disiplin adalah kunci utama dalam belajar online. Coba buat jadwal belajar harian dan patuhi itu. Gunakan aplikasi manajemen waktu atau pengingat untuk membantu kamu tetap on track.

3. Meningkatkan Akses Teknologi

Kalau kamu memiliki keterbatasan perangkat, coba cari alternatif seperti memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia, seperti perpustakaan atau coworking space. Selain itu, banyak platform belajar yang menyediakan beasiswa atau program bantuan untuk siswa yang membutuhkan.

Kenapa Belajar Online Semakin Populer?

Belajar online semakin digemari karena memberikan kebebasan yang sulit didapatkan di metode pembelajaran konvensional. Banyak pelajar merasa lebih nyaman belajar dari rumah, tanpa harus menghadapi perjalanan panjang atau jadwal yang padat. Selain itu, teknologi yang semakin maju membuat belajar online lebih interaktif dan menarik.

Kesimpulan

Belajar online menawarkan banyak keuntungan seperti fleksibilitas waktu, akses yang luas, dan kustomisasi gaya belajar. Namun, metode ini juga menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik, disiplin, dan solusi untuk keterbatasan teknologi. Dengan memahami dampak positif dan negatif belajar online, kamu bisa memaksimalkan manfaatnya dan mengatasi tantangannya. Yuk, jadikan belajar online sebagai cara baru untuk terus berkembang di era digital ini!

Metode Belajar yang Pas Buat Generasi Z

Generasi Z, atau yang sering disebut kids jaman now, punya cara unik buat belajar. Mereka udah terbiasa banget sama teknologi, media sosial, dan akses info tanpa batas. Jadi, metode belajar yang pas buat Generasi Z harus kekinian dan nyambung sama gaya hidup mereka. Nah, di artikel ini, kita bakal bahas metode belajar yang cocok buat Gen Z, plus tips memanfaatkan teknologi biar belajar jadi lebih seru!

Pentingnya Memilih Metode Belajar yang Tepat

Setiap orang punya cara belajar yang berbeda. Buat Generasi Z, cara belajar harus fleksibel dan menyenangkan biar nggak bosen. Ada tiga gaya belajar utama yang bisa disesuaikan sama kebutuhan kamu: visual, audio, dan kinestetik. Selain itu, teknologi jadi alat penting buat mendukung proses belajar. Yuk, simak detailnya di bawah ini!

Gaya Belajar yang Cocok Buat Generasi Z

1. Belajar dengan Cara Visual

Kalau kamu lebih gampang nangkep sesuatu lewat gambar, video, atau grafik, berarti kamu tipe pembelajar visual. Anak-anak Gen Z yang doyan scroll YouTube atau Instagram biasanya suka belajar lewat konten visual.

Tips Belajar Visual

  • Cobain bikin infografis keren pake Canva.

  • Cari video pelajaran yang seru di YouTube.

  • Pakai flashcards dari aplikasi kayak Quizlet buat ngapalin materi dengan cara asyik.

2. Belajar dengan Cara Audio

Buat yang lebih nyaman dengerin daripada baca, gaya belajar audio cocok banget. Kamu bisa dengerin podcast, audiobook, atau rekaman suara buat belajar.

Tips Belajar Audio

  • Cek podcast edukasi kayak TED Talks Daily di Spotify.

  • Rekam suara kamu sendiri waktu baca materi, terus dengerin deh kapan aja.

  • Pakai aplikasi kayak Audible buat akses buku atau pelajaran versi audio.

3. Belajar dengan Cara Kinestetik

Tipe belajar ini pas buat kamu yang lebih suka praktik langsung atau sambil gerak. Duduk diem lama-lama? Nggak banget!

Tips Belajar Kinestetik

  • Ikut tutorial DIY (Do It Yourself) di YouTube atau TikTok buat belajar hal baru.

  • Main kuis interaktif di Kahoot yang bikin belajar lebih fun.

  • Ikutan workshop atau kelas online yang banyak praktiknya.

4. Gabungan dari Semua Gaya Belajar

Kadang, belajar jadi lebih efektif kalau digabung. Misalnya, nonton video sambil nyatet, terus diskusiin materinya bareng temen.

Tips Gabungan Gaya Belajar

  • Coba platform belajar online kayak Coursera, Khan Academy, atau Ruangguru yang formatnya lengkap.

  • Bikin kelompok belajar virtual di Zoom atau Google Meet.

  • Maksimalin fitur interaktif di aplikasi kayak Duolingo atau Edmodo.

Cara Maksimalin Teknologi Buat Belajar

Teknologi udah jadi bagian hidup sehari-hari Gen Z. Ini nih beberapa cara biar gadget kamu makin bermanfaat buat belajar:

Media Sosial Bisa Jadi Guru

  • Follow akun edukasi di Instagram, TikTok, atau Twitter buat dapetin info singkat tapi berbobot.

  • Gunain Pinterest buat cari ide-ide belajar yang kreatif.

Aplikasi Belajar Online Itu Wajib

  • Download aplikasi kayak Brainly buat diskusi soal PR.

  • Pakai aplikasi pengingat kayak Notion atau Google Keep buat atur jadwal belajar.

Belajar Seru ala Gamifikasi

  • Gunain aplikasi yang ada gamenya, kayak Kahoot atau Quizizz.

  • Ikut tantangan online yang relevan, kayak hackathon buat yang suka teknologi.

Kesimpulan

Generasi Z punya banyak cara buat belajar yang nggak bikin bosen. Dengan teknologi, kamu bisa belajar lewat cara visual, audio, atau kinestetik sesuai selera. Yang penting, pilih metode yang nyaman buat kamu dan gunain gadget biar belajar makin efektif. Dengan cara yang seru, belajar nggak lagi jadi beban, tapi malah bikin semangat! Artikel ini juga ngasih kamu tips biar belajar makin maksimal. Jadi, yuk mulai eksplor cara belajar yang paling cocok buat kamu!

Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Digital: Bekal untuk Generasi Muda

Pendidikan karakter di era digital menjadi topik yang semakin relevan di tengah kemajuan teknologi dan tantangan yang dihadapi generasi muda. Dalam dunia serba online, nilai-nilai seperti integritas, empati, dan tanggung jawab sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang bijak dalam menyikapi berbagai situasi, seperti penyebaran berita hoaks dan ancaman cyberbullying. Artikel ini akan membahas pentingnya pendidikan karakter serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diajarkan sejak dini untuk membentuk generasi muda yang tangguh di era digital.


Apa Itu Pendidikan Karakter di Era Digital?

Pendidikan karakter adalah proses pembentukan sikap, perilaku, dan nilai-nilai positif yang membantu seseorang menjadi individu yang bermoral dan bertanggung jawab. Di era digital, pendidikan karakter memiliki dimensi baru, yaitu mengajarkan anak muda untuk berperilaku etis di dunia maya, seperti menggunakan media sosial secara bijak, tidak menyebarkan hoaks, dan menjunjung tinggi empati.

Era digital membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dan belajar. Namun, tanpa pendidikan karakter, teknologi bisa menjadi pedang bermata dua yang justru merugikan. Oleh karena itu, integritas, empati, dan tanggung jawab menjadi pilar utama dalam pendidikan karakter yang relevan dengan era digital.


Tantangan yang Dihadapi Generasi Muda di Era Digital

1. Penyebaran Berita Hoaks

Berita hoaks adalah salah satu ancaman terbesar di era digital. Informasi yang tidak valid sering kali viral karena pengguna media sosial cenderung membagikan tanpa memverifikasi kebenarannya.

2. Cyberbullying

Cyberbullying adalah bentuk intimidasi yang dilakukan melalui platform online. Dampaknya tidak hanya melukai secara emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental korban.

3. Kecanduan Teknologi

Gadget adalah bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan yang mengganggu produktivitas dan kehidupan sosial.


Pentingnya Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter

Integritas: Kunci dalam Menghadapi Hoaks

Integritas adalah sikap jujur dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan, termasuk saat berinteraksi di dunia maya. Dengan integritas, generasi muda diajarkan untuk tidak asal membagikan informasi tanpa memverifikasi fakta terlebih dahulu.

Cara Mengajarkan Integritas:

  • Ajarkan anak untuk memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya.

  • Beri contoh nyata tentang dampak negatif penyebaran berita hoaks.

  • Diskusikan cara mengenali berita palsu.

Empati: Mencegah Cyberbullying

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Ini adalah kunci untuk mencegah perilaku menyakitkan seperti cyberbullying.

Cara Mengajarkan Empati:

  • Gunakan cerita atau contoh situasi untuk melatih anak memahami perspektif orang lain.

  • Dorong anak untuk berpikir sebelum berkomentar di media sosial.

  • Ajarkan pentingnya mendukung teman yang menjadi korban bullying.

Tanggung Jawab: Bijak dalam Menggunakan Teknologi

Tanggung jawab dalam penggunaan teknologi melibatkan kesadaran untuk menggunakan gadget dan media sosial secara positif dan tidak merugikan orang lain.

Cara Mengajarkan Tanggung Jawab:

  • Tetapkan aturan waktu penggunaan gadget.

  • Diskusikan pentingnya menjaga privasi online.

  • Ajarkan anak untuk melaporkan konten yang tidak pantas.


Strategi Mengintegrasikan Pendidikan Karakter di Kehidupan Sehari-hari

Peran Orang Tua

Orang tua adalah role model utama dalam pendidikan karakter. Dengan memberikan contoh perilaku yang baik, anak-anak akan belajar untuk meniru nilai-nilai positif tersebut.

Tips untuk Orang Tua:

  • Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang nilai-nilai moral.

  • Batasi penggunaan gadget di rumah untuk menciptakan waktu berkualitas.

  • Pantau aktivitas anak di dunia maya tanpa terlalu membatasi.

Peran Guru

Di sekolah, guru juga memiliki peran penting dalam menanamkan pendidikan karakter. Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan nilai-nilai moral.

Tips untuk Guru:

  • Gunakan metode pembelajaran yang melibatkan diskusi etika.

  • Berikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan sikap positif.

  • Integrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum.

Peran Media dan Teknologi

Media dan teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk mendukung pendidikan karakter jika digunakan dengan bijak.

Cara Mengoptimalkan Teknologi:

  • Gunakan aplikasi edukatif yang mendukung pembentukan karakter.

  • Sebarkan kampanye positif melalui media sosial.

  • Dorong anak untuk mengikuti komunitas online yang mendukung nilai-nilai positif.


Kesimpulan

Pendidikan karakter di era digital adalah bekal penting untuk generasi muda. Dengan mengajarkan nilai-nilai seperti integritas, empati, dan tanggung jawab sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang bijak dalam menghadapi tantangan dunia digital. Orang tua, guru, dan masyarakat memiliki peran besar dalam mendukung pendidikan karakter ini. Yuk, mulai dari hal kecil di sekitar kita untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga berbudi pekerti luhur.

Thursday, December 19, 2024

Lulus Tes PPPK 2024 Periode I? Jangan Langsung Happy, Masih Ada Tahapan Selanjutnya!

Lulus tes PPPK 2024 Periode I adalah pencapaian besar bagi para pelamar, terutama bagi honorer eks K2 dan tenaga non-ASN yang sudah lama menunggu kesempatan ini. Namun, jangan senang dulu! Masih ada beberapa tahapan seleksi penting yang harus kamu lewati sebelum resmi menjadi ASN.


Tahapan Seleksi PPPK 2024 Periode I

Setelah dinyatakan lulus di tahap pertama, kamu harus bersiap menghadapi tahapan-tahapan berikutnya. Berikut adalah rincian proses seleksi yang perlu kamu ikuti.

1. Pengumuman Hasil Kelulusan

Kapan: 24–31 Desember 2024
Ini adalah momen krusial bagi semua pelamar. Pastikan untuk mengecek pengumuman hasil kelulusan sesuai jadwal resmi. Jangan sampai ketinggalan, ya!

2. Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan

Kapan: 10–21 Desember 2024
Bagi peserta yang lulus tes awal, kamu akan menghadapi seleksi tambahan berupa tes kompetensi teknis. Tahap ini sangat penting untuk melengkapi proses evaluasi kualifikasi.

3. Integrasi Nilai Seleksi

Kapan: 13–28 Desember 2024
Nilai dari seleksi kompetensi awal dan tambahan akan digabungkan untuk menentukan hasil akhir. Tahap ini menjadi penentu kelulusan akhir menuju tahap administrasi.


Pengisian DRH NI dan Proses Administrasi

Setelah melewati tahap seleksi kompetensi, kamu akan masuk ke proses pengisian data administrasi dan penetapan nomor induk. Berikut detailnya:

4. Pengisian DRH NI (Daftar Riwayat Hidup Nomor Induk)

Kapan: 1–31 Januari 2025
Di tahap ini, kamu harus melengkapi data pribadi seperti riwayat pendidikan, pekerjaan, dan keluarga. Dokumen ini penting sebagai bagian dari proses administrasi sebelum penetapan resmi.

Catatan Penting: Pada tahap ini, peserta juga diberikan opsi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya atau memilih mengundurkan diri. Jadi, pikirkan matang-matang keputusanmu!

5. Usul Penetapan Nomor Induk PPPK

Kapan: 1–28 Februari 2025
Tahap terakhir adalah pengajuan dokumen untuk penetapan Nomor Induk PPPK. Jika semua berkasmu lengkap, maka selangkah lagi kamu akan resmi menjadi ASN.


Tips Melewati Tahapan Seleksi PPPK 2024

Rajin Cek Jadwal

Pastikan kamu selalu update informasi resmi dari panitia seleksi. Keterlambatan dalam mengakses informasi bisa menghambat prosesmu.

Siapkan Dokumen dengan Teliti

Lengkapi semua persyaratan administrasi sesuai aturan. Kesalahan kecil dalam dokumen bisa berdampak besar pada hasil akhir.

Jaga Kesehatan dan Fokus

Seleksi ini panjang dan menantang. Pastikan kamu menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap prima selama proses berlangsung.


Kesimpulan

Lulus tes PPPK 2024 Periode I memang membanggakan, tapi itu baru langkah awal. Masih banyak tahapan yang harus dilalui. Tetap semangat, pantang menyerah, dan selalu persiapkan diri dengan baik. Dengan usaha maksimal, kesempatan menjadi ASN ada di depan mata!

Semoga sukses! 🚀

Kapan Pengumuman Hasil Tes PPPK 2024 Tahap I? Cek Jadwal dan Caranya di Sini

Pengumuman hasil tes PPPK 2024 tahap I sudah dinanti-nanti banyak peserta yang telah mengikuti seleksi kompetensi. Berdasarkan jadwal resmi, hasil seleksi PPPK 2024 tahap I akan diumumkan pada 24-31 Desember 2024. Yuk, simak jadwal lengkapnya dan cara cek pengumuman kelulusan di artikel ini!

Jadwal Pengumuman Hasil Tes PPPK 2024 Tahap I

Pelaksanaan seleksi kompetensi PPPK 2024 tahap I berlangsung dari 2 hingga 19 Desember 2024. Setelah itu, nilai akan diolah pada 7-23 Desember 2024 untuk menentukan peserta yang lolos.

Berikut rangkuman jadwal penting pengumuman hasil tes PPPK 2024 tahap I:

  • Pengumuman Kelulusan: 24-31 Desember 2024
  • Pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH): 1-31 Januari 2025
  • Usulan Penetapan Nomor Induk PPPK (NI PPPK): 1-28 Februari 2025

Cara Cek Hasil Kelulusan PPPK 2024

Hasil seleksi bisa dicek dengan mudah melalui dua cara berikut:

1. Melalui Website SSCASN BKN

  • Buka situs resmi https://sscasn.bkn.go.id.
  • Klik tombol "Login" di pojok kanan atas.
  • Masukkan NIK dan password akun kamu.
  • Setelah berhasil login, resume pendaftaran dan status kelulusan akan ditampilkan.

2. Melalui Website Instansi

Selain melalui SSCASN, kamu juga bisa memantau hasil seleksi di website instansi tempat kamu melamar. Pengumuman biasanya akan dipublikasikan di laman resmi mereka.

Jadwal Seleksi PPPK 2024 Tahap I Lengkap

Untuk memudahkan, berikut adalah jadwal lengkap seleksi PPPK 2024 tahap I:

Tahap Seleksi Administrasi

  • Pendaftaran Seleksi: 1-20 Oktober 2024
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 30 Oktober-1 November 2024
  • Masa Sanggah: 2-4 November 2024
  • Pengumuman Pasca Sanggah: 5-11 November 2024

Tahap Seleksi Kompetensi

  • Pelaksanaan Seleksi Kompetensi: 2-19 Desember 2024
  • Seleksi Kompetensi Tambahan (Instansi Tertentu): 10-21 Desember 2024
  • Pengumuman Hasil Kelulusan: 24-31 Desember 2024

Tahap Pasca Kelulusan

  • Pengisian DRH: 1-31 Januari 2025
  • Penetapan NI PPPK: 1-28 Februari 2025

Tips Penting Bagi Peserta PPPK 2024

1. Simpan Akun Login dengan Baik

Pastikan kamu tidak lupa NIK dan password yang digunakan untuk login ke SSCASN. Ini akan dibutuhkan saat cek pengumuman.

2. Pantau Pengumuman Secara Berkala

Selalu cek informasi terbaru di laman SSCASN dan website instansi terkait untuk menghindari ketinggalan jadwal penting.

3. Tetap Siap untuk Tahapan Selanjutnya

Jika dinyatakan lolos, segera persiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk pengisian DRH dan pengajuan NI PPPK.

Penutup

Itulah informasi tentang jadwal dan cara cek pengumuman hasil tes PPPK 2024 tahap I. Jangan lupa catat jadwal penting dan tetap semangat menunggu hasilnya. Semoga sukses!

Friday, March 13, 2020

Ini dia 7 Kiat Menjadi Guru yang Sangat Dirindu Siswa

BREAKING NEWS - Profesi guru berada di posisi terdepan dalam mendidik generasi masa depan. Bentuk kompetensi dan karakter masyarakat di masa depan, merupakan hasil guru mendidik di masa sekarang.

Karenanya, sosok guru dituntut memiliki kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Selain kompetensi tersebut, sebenarnya ada satu hal penting dan sarat makna, namun seringkali terlupa oleh guru.



Apa itu? Di era Merdeka Belajar, guru harus bisa menjadi sosok pendidik yang dirindukan siswanya.

Liza Rezeki, guru SMPN 27 Tanjung Jabung Timur, Jambi menyampaikan untuk menjadi guru dirindukan tentunya berawal dari kegiatan pembelajaran di kelas.

" Guru harus berusaha memaksimalkan potensi yang dimiliki siswa. Sering-seringlah memberi pujian atas kebaikan yang dilakukan siswa. Hindari menggunakan kalimat yang menghakimi atau menyinggung perasaan siswa," ujar Liza yang juga merupakan fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation.

Liza kemudian memberikan tujuh  kiat menjadi guru yang dirindukan siswa di era Merdeka Belajar:

1. Kuasai materi pelajaran

Memang guru bukanlah satu-satunya sumber belajar siswa. Mereka bisa belajar dari buku, internet, atau sumber lain yang relevan. Hanya bila guru tidak menguasai materi pelajaran, guru tidak akan maksimal membantu siswa menguasai materi pelajaran.

2. Mengajar dengan cara berbeda

Ini penting sekali untuk membuat siswa termotivasi dalam belajar. Lakukan cara yang selalu berbeda setiap mengajar di kelas. Minimal seminggu sekali, ajak siswa belajar di luar kelas. Manfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

3. Disiplin dan bertanggung jawab

Dua kata di atas mudah diucapkan tetapi sulit diterapkan. Guru harus bisa menempatkan dirinya sebagai figur dalam berdisiplin dan bertanggungjawab. Libatkan siswa dalam menciptakan atau membuat kesepakatan dalam menerapkan kedisiplinan dan tanggungjawab dalam belajar.

4. Mendidik dengan hati

Guru bukan hanya sekadar pekerjaan atau profesi. Guru juga dimaknai sebagai pengabdian dan ibadah. Cintai dan perlakukan siswa dengan tulus seperti anak kita sendiri. Dalam mengajar atau memberi hukuman lakukan dengan hati dan tujuan mendidik. Maka yang akan mereka terima adalah rasa kasih sayang, bukan dendam.

5. Ramah dan selalu tersenyum

Guru dan Kepala Sekolah Guru memang harus menjunjung disiplin tetapi jangan abaikan sikap ramah kepada siswa. Dengan ramah dan tersenyum memberikan kesan guru yang ‘terbuka’. Membuka diri untuk membantu kesulitan siswa. Siswa akan merasa nyaman dan terlindungi oleh gurunya. Cara ini bisa membantu guru membimbing siswa dalam mengambil keputusan yang tepat. 

6. Responsif

Guru yang responsif berarti berusaha untuk memahami dan mempelajari karakteristik siswa. Langkah ini dilakukan agar guru tahu model belajar yang dibutuhkan siswa sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Guru yang responsif dengan kondisi siswanya akan lebih mudah diterima.

7. Beri kepercayaan

Memberi kepercayaan pada siswa, dapat membuat mereka merasa dapat diandalkan. Guru tidak boleh under estimate atau tidak percaya dengan kemampuan siswanya.

Beri penugasan yang menantang siswa untuk berpikir, memecahkan masalah, dan berkreasi. Kepercayaan tersebut, eeringkali mendorong siswa menghasil karya pembelajaran yang melebihi ekspektasi kita orang dewasa.

Sumber ; edukasi.kompas.com

Demikian, semoga bermanfaat.

Thursday, June 27, 2019

Zonasi PPDB Dinilai Hilangkan Sekolah Favorit, Apa Pendapat Guru?

BREAKING NEWS - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memulai Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2019 di seluruh Indonesia. 

Salah satunya termasuk jenjang SMA di Provinsi DKI Jakarta yang pendaftarannya berlangsung sejak Senin (24/6/2019) sampai Rabu (26/6/2019). Seleksi PPDB SMA di DKI tahun ini menggabungkan antara sistem zonasi dan nilai ujian nasional (UN) jenjang SMP. 



Penerapan sistem ini diharapkan mampu meniadakan sekolah favorit sehingga semua anak berkesempatan memperoleh pendidikan berkualitas yang lebih merata. Pelaksanaannya mendapat tanggapan dari para guru. 

Salah satunya Maryono, guru Matematika sekaligus Ketua Panitia PPDB 2019/2020 SMAN 28 Jakarta. Guru siap mengajar Menurutnya, para guru di semua sekolah harus siap mengajar siswa dengan kemampuan dan latar belakang berbeda. 

Maryono berpendapat, sudah menjadi tugas seorang guru untuk mengembangkan siswa yang kemampuan belajarnya kurang.

"Seorang guru menerima murid apa pun kemampuannya itu harus sama, yang penting mengembangkan murid itu dari yang tidak bisa jadi bisa, dari yang kurang cerdas jadi cerdas," ujar Maryono di kantornya. 

Adapun keberhasilannya bisa dinilai dari perkembangan siswa itu yang bisa dilihat dari prestasi hasil belajarnya. 

Dia menilai pemerataan seperti ini lebih bagus karena dengan sistem zonasi bisa memperpendek jarak dari rumah siswa ke sekolah. 

Dengan begitu, kemacetan lalu lintas pada pagi hari saat jam berangkat sekolah dan siang hari ketika waktu pulang sekolah diharapkan berkurang. 

Selain itu, ongkos perjalanan siswa juga berkurang dan bisa menghemat pengeluarannya sehari-hari. "Pemerataan ini ada bagusnya juga, artinya zonasi mengurangi keramaian di pagi hari, juga biaya transportasi anak-anak ke sekolah," imbuhnya. 

"Kami perlu kerja keras untuk mengembangkan murid yang kurang bagus, itulah tugas kami. 

Sesungguhnya mengembangkan siswa jadi bagus bukan berapa nilai tertingginya, tapi seberapa jauh perubahan siswa itu ketika masuk hingga keluar," jelasnya. 

Reaksi masyarakat Pandangan serupa datang dari Susrimah, guru di SMAN 26 Jakarta yang juga menjadi panitia PPDB 2019. 

Dia beranggapan sistem seleksi gabungan antara zonasi dan nilai UN seperti saat ini lebih jelas. 

Baca juga : Miris ! Guru Honorer Dipecat karena Berniat Bongkar Pungli di Sekolah

Selain dilihat dari domisilinya, nilai UN seorang anak juga akan menjadi pertimbangan agar bisa diterima di sekolah pilihannya.

"Sistem gabungan di DKI sekarang lebih jelas, diterima dari nilai walaupun zonasi juga dilihat. Itu lebih bagus bersaingnya, jadi kelihatan," ucap Susrimah. 

Menurut dia, penghilangan sekolah favorit itu bisa dilakukan di suatu daerah jika menerapkan sistem zonasi murni. 

Namun, reaksi masyarakat juga harus dipikirkan agar kebijakan itu bisa diterima. "Meniadakan sekolah favorit itu bisa di daerah yang tidak mempertimbangkan nilai UN, tapi tergantung masyarakatnya juga supaya tidak memberatkan," pungkasnya.[edukasi.kompas.com]

Wednesday, June 27, 2018

Siap-Siap! Jabatan Kepala Sekolah Bakal Dikompetisikan, Prestasi Terbawah Kembali Jadi Guru

BREAKING NEWS - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, berencana menerapkan kompetisi untuk menentukan jabatan kepala sekolah. 

"(Kepala sekolah) yang prestasinya terbawah kembali jadi guru, digantikan dengan yang baru," kata Muhadjir saat meninjau kesiapan UNBK SMP di SMP Negeri 1 Gegesik, Cirebon, Rabu (18/4/2018). 



Kepala sekolah sebagai manajer sekolah diharapkan bisa mengarahkan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. Untuk itu, kinerjanya mesti diukur secara obyektif. 

“Kepala sekolah itu manajer yang menjadi kunci keberhasilan sekolah," ujarnya. 

Selama ini, kepala sekolah tidak perlu mengajar. Namun, memiliki tugas utama untuk memajukan sekolah, mencerdaskan siswa, dan menyejahterakan guru. 

Menurut dia, kepala sekolah harus memiliki visi dan keyakinan kuat dalam memajukan sekolah yang dikelolanya. 

"Ada yang maju di bidang seni budaya, maju di pedalangan, maju di musik, maju di hafiz Al Quran. Masing-masing sekolah punya branding," katanya. 

Ia meminta, kepala sekolah mampu melakukan inovasi pembelajaran. Karenanya, sekolah harus cermat memanfaatkan berbagai sumber belajar di lingkungan sekitar.

Baca juga : Aturan Baru Diterapkan, Gaji PNS di Tahun 2018 Bisa Tembus Rp 100 Juta Per Bulan, Lihat Rinciannya

Komunitas seni budaya, rumah ibadah, museum, bahkan pasar bisa tempat belajar yang baik untuk menambah wawasan siswa. 

" Sekolah sudah bukan satu-satunya sumber belajar, guru bukan satu-satunya tempat bertanya murid. Peranan guru bukan sebagai tutor, justru sebagai penghubung sumber belajar," ujarnya. [http://www.mediabahasainggris.com/]

Sunday, June 10, 2018

RESMI BERLAKU 2018, GURU DILARANG KASIH PR KEPADA SISWA

BREAKING NEWS - Mulai Januari tahun depan, sekolah-sekolah SMP di Kota Malang, Jatim, yang menerapkan full day school, dilarang memberi pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.

Hal ini seperti yang disampaikan Kasi Pengawas dan Evaluasi Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Budiono kemarin (1/11).



”Mulai semester dua nanti sekolah nggak boleh lagi kasih PR ke siswa. Ini aturan yang akan diterapkan,” kata Budiono saat ditemui setelah salat Duhur.

Menurutnya, aturan tersebut langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Bentuknya nanti berupa peraturan menteri (permen). ”Rencana ini akan diterapkan semester dua nanti,” ucap alumnus SMA Islam Kota Malang itu.

Menurut Budiono, pembelajaran harus tuntas di sekolah. Artinya, tidak ada lagi PR yang dibebankan kepada siswa saat sudah berada di rumah.

Sehingga, siswa bisa menikmati waktu bersama keluarga dengan maksimal. ”Dengan demikian, siswa nggak kepikiran pelajaran terus saat di rumah,” ungkapnya.

Budiono melanjutkan, program tersebut juga untuk menyinkronkan dengan program Kemendikbud terkait full day school.

Dengan full day school, durasi kegiatan siswa lebih panjang. Rata-rata hingga sekitar pukul 16.00. ”Masa sekolahnya sudah full, tapi tetap saja dikasih PR? Kalau masih ada PR, berarti nggak tuntas (materi pembelajaran) di sekolah,” tandasnya.

Menanggapi informasi tersebut, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Malang Burhanuddin menyatakan, pada prinsipnya, sekolah bakal melaksanakan jika aturan tersebut sudah diterapkan.

Namun, pihaknya akan mempelajari dulu aturan itu. ”Kami siap melaksanakan. Tapi, akan kami pelajari dulu jika aturannya sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Malang Risna Widyawati menjelaskan, ketika peraturan itu sudah dikeluarkan, pihaknya akan siap untuk menjalankan, serta mengatur waktu supaya anak-anak bisa menyerap pelajaran yang diberikan di sekolah.

”Jika kemudian tidak akan ada pekerjaan rumah (PR), maka pemerintah pasti sudah mengeluarkan pedoman untuk mengganti nilai pekerjaan rumah (PR),” katanya .

Baca juga : Daftar Daerah Yang Tidak Boleh Buka Penerimaan CPNS Tahun 2018, Berikut Alasannya

Risna juga memaklumi adanya program yang direncanakan pemerintah itu, karena siswa juga sudah melakukan kegiatan belajar mengajar mulai pukul 07.00–15.30.

”Kalau ditambah dengan memberikan PR, kita juga kasihan. Tapi mau bagaimana lagi? Karena pekerjaan rumah ada penilaiannya sendiri,” terangnya.

Di sisi lain, Damita, salah satu siswi SMPN 6, mengaku senang bila memang PR ditiadakan. ”Soalnya sudah sekolah seharian. Kan juga capek,”ujar siswi kelas IX itu.

Hal serupa disampaikan Rayhan yang juga siswa kelas IX. Dia mengaku sudah terlalu capek.

Baginya, tenaganya sudah terforsir selama hampir sehari penuh untuk belajar. ”Kalau tidak ada PR kan kita bisa menghemat tenaga,” ujarnya. [http://www.mendikbudku.com]

Wednesday, February 7, 2018

PENG4NIAYAAN GURU KEMBALI TERJADI, BEGINI KRONOLOGINYA...

BREAKING NEWS - Kasus kekerasan di dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini, seorang guru di SDN 4 Rarang Kecamatan Terara, Basirun Mustajab (29) menjadi korban penganiayaan seorang wali murid. Persoalan itu berawal dari korban yang mencoba menyelesaikan persoalan yang terjadi di antara murid.

Insiden penganiayaan yang dialami seorang guru honorer itu terjadi pada hari Sabtu, 3 Februari 2018. Saat itu, korban tengah mengajar di ruang kelas 6 SDN 4 Rarang. Awalnya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan lancar dan baik sebelum korban mengetahui jika ada siswanya yang sedang bertengkar sesama murid dan tidak saling tegur sapa.



Menyikapi hal tersebut, sebagai seorang guru, korban kemudian meminta kepada dua murid itu untuk bersalaman dan saling memaafkan. Jika tidak, maka salah satu di antaranya akan dipindah ke kelas 6A.

Mendengar perkataan guru ini, salah satu murid TT yang duduk di kelas 6 SD kemudian mengadu ke orang tuanya. Pasalnya, keluh kesah itu disampaikan via telepon yang ia bawa dari rumahnya sambil menangis dan memancing emosi dari oknum wali murid inisial TR yang datang bersama anaknya, YD.

Kedatangan wali murid itu langsung membuat situasi di SDN 4 Rarang gaduh. Ia yang datang ditemani oleh anaknya sekitar pukul 10: 30 wita langsung berbuat anarkis dengan memukul kaca jendela di kelas 5 pecah serta mengakibatkan pintu kelas 6 lepas setelah ditendang.

Tindakan itu disaksikan langsung oleh murid dan para guru, termasuk saat dilakukan penganiayaan terhadap Basirun Mustajab seorang guru honorer yang dipukul di bagian kepala dan perut.

 “Saat itu ada dua orang murid memiliki masalah dan tidak saling tegur. Itulah yang coba saya damaikan dan jika tidak berdamai, maka salah satu di antaranya dipindah kelas. Tapi tiba-tiba murid itu melapor ke orang tuanya dan langsung datang ke sekolah,”ujar Basirun Mustajab, selaku korban saat melapor ke aksi kekerasan yang dialaminya ke Polsek Terara.

Selain Basirun Mustajab, satu guru lainnya, Lalu Badan Hanudin yang mencoba melerai pemukulan terhadap rekan satu profesinya itu juga turut kena pukulan dari orang tua dan kakak dari muridnya inisial TT kelas 6 SD. Akibatnya ia juga mengalami rasa sakit pada kedua daun telinganya.

“Kebetulan saat itu saya mengajar di ruang kelas 5 yang bersebelahan dengan kelas 6. Saya mencoba melerai, malah saya juga turut dipukul dan hanya bisa menepis menggunakan tangan,”tuturnya.

Terkait persoalan inipun, pihak sekolah tidak terima dengan tindak kriminalitas yang dilakukan oleh wali murid yang melakukan pengeroyokan terhadap guru. Selain melaporkan kasus penganiayaan, pihak sekolah juga melaporkan terkait pengerusakan fasilitas pendidikan berupa pintu dan jendela.

“Jadi guru kita melaporkan aksi penganiayaan yang dialaminya. Saya selaku kepala sekolah melaporkan pengerusakan terhadap fasilitas sekolah,” terang Lalu Wildan, S.Pd, Kepala SDN 4 Rarang.

Sementara Kapolsek Terara, AKP. Tauhid mengaku sudah menerima laporan resmi dari guru dan pihak sekolah terkait tindakan anarkis yang dilakukan oleh salah satu wali murid bersama anaknya. Awalnya pihaknya turun ke SDN 4 Rarang untuk mengusut kasus tersebut. Akan tetapi, pada saat itu pihak sekolah mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.

Namun tindak pidana terkait kekerasan dan penganiayaan yang terjadi di SDN 4 Rarang, Selasa, 6 Februari 2018 secara resmi dilaporkan ke Polsek Terara. Terkait kasus ini, Tauhid menjelaskan bahwa pihaknya sudah memeriksa korban atau pelapor serta memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kita sudah ke TKP, namun dari laporan resmi ini nanti akan kita lakukan olah TKP dan juga akan memeriksa pelaku,”jelasnya.

Jika terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan dan pengerusakan, pelaku dijerat dengan pasal 170 dengan bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang maupun orang dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan,” terangnya.

Baca juga : HONORER K2 BISA JADI PNS ASAL PENUHI PERSYARATAN INI...

Kabid Pembinaan SD Pada Dinas Dikbud Lotim, Muhir, S.Pd sangat menyayangkan aksi kekerasan yang dialami salah satu guru di SDN 4 Rarang. Dikbud sangat mendukung langkah hukum yang diambil oleh pihak sekolah berserta guru.

Terkait dengan kasus inipun, lanjut dia, pihak Dinas Dikbud melakukan trauma healing terhadap murid agar psikologi murid tidak terganggu karena menyaksikan langsung tindakan brutal yang dilakukan oleh salah satu wali murid. [suarantb]

Sunday, February 4, 2018

Murid Aniaya Guru Hal yang Wajar, Bagaimana Menurut Anda?

BREAKING NEWS - Disadari atau tidak, pendidikan merupakan bidang yang sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Sehingga, tujuan pendidikan yang ada di suatu negeri tentunya harus dirumuskan dengan sebaik-baiknya. Setiap negeri pasti memiliki tujuan pendidikannya masing-masing. Begitupun dengan tujuan pendidikan yang ada di negeri ini.

Tujuan pendidikan yang ada di negeri ini ternyata memiliki cita-cita yang sangat mulia. Sebagaimana tercantum dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab”.

 

Namun, diakui atau tidak, ternyata dunia pendidikan di negeri ini terus menimbun berbagai problematika. Meskipun aparat birokrat dan orde pemerintahan telah berganti, dunia pendidikan tetap saja tak kunjung lepas dari sejumlah problematika klasik. Baik menyangkut kualitas, daya jangkau masyarakat terhadap pendidikan,  budi pekerti peserta didik, minimnya anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah, hingga minat belajar peserta didik.

Problematika demi problematika terus mewarnai dunia pendidikan di negeri ini. Bahkan, akhir-akhir ini kembali dunia pendidikan di negeri ini berduka setelah mendengar tragedi yang belum lama ini terjadi, yakni seorang murid yang menganiaya gurunya hingga meninggal dunia.

Ahmad Budi Cahyono, guru honorer di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia pasca-mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh siswanya sendiri. Dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, dugaan kekerasan tersebut dilakukan oleh siswanya berinisial MH, asal Dusun Brekas, Torjun Timur, Desa/Kecamatan Torjun Sampang. MH disebutkan siswa yang masih duduk di kelas XI.

Mengapa problematika dunia pendidikan di negeri ini ini terus terjadi, seolah tidak ada selesainya bahkan terus bertambah dari hari ke hari? Tentunya semua ini ada penyebabnya, tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Salah satu penyebab problematika pendidikan di negeri ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari sistem kehidupan sekuler yang diterapkan di negeri ini, yang memisahkan antara kehidupan dunia dan agama.

Di sisi lain, sistem pendidikan materialisme terbukti telah gagal mengembangkan potensi peserta didik yang memiliki kepribadian yang shaleh sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kasus murid menganiaya guru merupakan salah satu contoh problematika yang ada dalam dunia pendidikan, masih ada problematika lain yang melengkapi problematika dunia pendidikan di negeri ini. Kasus maraknya minuman keras di kalangan pelajar, tawuran, pergaulan bebas, konsumsi narkoba dan beberapa kenalakan remaja lainnya yang tak bisa kita nafikan, seolah menjadi konsumsi sehari-hari di berbagai media

Padahal, jika kita merujuk dalam tujuan pendidikan nasional, sebenarnya dalam tujuan tersebut sudah tercantum tujuan pendidikan yang melingkupi dunia dan akhirat. Maka, kewajiban semua guru-lah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut. Namun, tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 berkaitan dengan penanaman nilai-nilai keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia masih dipahami sebagai tugas kewajiban guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Adanya paradigma ini, salah satunya disebabkan oleh sistem kehidupan sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Padahal dalam sejarahnya, sekulerisme ini tidak ada kaitannya dengan agama Islam. Adanya paradigma sekulerisme tersebut menyebabkan adanya dikotomi dalam ilmu pengetahuan, seolah adanya ilmu umum dan ilmu agama.

Adanya dikotomi ilmu pengetahuan tersebut berimbas pada pelaksanaan pendidikan. Contohnya, pelaksanaan pendidikan di sekolah seperti SD, SMP, SMA/SMK ternyata masih ditemukan adanya indikasi terjadinya dikotomi antara madsarah dan sekolah umum. Seolah masih menganggap bahwa madrasah adalah yang membahas tentang masalah agama, dan sekolah umum yang membahas masalah ilmu-ilmu umum.

Paradigma keliru ini seolah dipelihara dan beberapa pihak tidak sadar, bahwa dengan adanya dikotomi ilmu ini menyebabkan pelaksanaan pendidikan dalam rangka menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia sebagaimana yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional, menjadi terhambat.

Oleh karena itu, dengan adanya dikotomi ilmu ini menyebabkan mata pelajaran-mata pelajaran selain PAI yang di pelajari di sekolah dianggap sebagai mata pelajaran umum dan tidak ada kaitannya dengan nilai-nilai Islam, seolah penekanannya hanya aspek intelektual saja dan mengabaikan aspek yang lain dalam hal ini adalah emosional dan spiritual.

Semua itu berimbas pada output dari pendidikan saat ini menjadi tidak sesuai dengan tujuan pendidikan yang ada. Maka, kenakalan-kenakalan remaja yang terjadi saat ini seolah menjadi sesuatu yang wajar dan terjadi ditengah-tengah kehidupan kita. Begitupun dengan tragedi murid menganiaya guru hingga meninggal dunia memang sesuatu yang wajar dalam sistem kehidupan sekuler dan sistem pendidikan materialisme.

Islam sebagai agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, tentunya pasti mengatur masalah pendidikan juga. Begitupun dengan pendidikan yang ada di Indonesia, nilai-nilai Islam memiliki landasan yang kuat untuk dimasukan ke dalam pendidikan. Terdapat dua landasan utama dalam memasukkan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan.

Pertama, UUD 1945 (versi Amendemen), Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”.

Kedua, pasal 31, ayat 5 yang menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

Dua undang-undang tersebut mengisyaratkan seharusnya ada integrasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran. Amanah konstitusi tersebut membuktikan bahwa tujuan pendidikan di Indonesia tidak hanya mengembangkan potensi dan mencerdaskan saja tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter agamis.
Baca juga : LOWONGAN TENAGA PENDAMPING SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) PROFESIONAL KEMENSOS 2018

Namun, itu tadi, karena paradigma sekuler sudah mengakar kuat dalam dunia pendidikan, menyebabkan selain mata pelajaran PAI seolah tidak ada kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Padahal mata pelajaran lain seperti Matematika, IPA, IPS, Seni, Penjaskes dan beberapa mata pelajaran lain pun memiliki kewajiban menanamkan nilai-nilai agama dalam mata pelajarannya, itu semua sebagai bentuk melaksanakan amanah pendidikan yang tercantum dalam konstitusi.

Sistem pendidikan materialistik dalam sistem kehidupan sekuler tentunya berbanding terbalik dengan sistem pendidikan Islam. Islam memandang bahwa penyelenggaraan pendidikan adalah kewajiban negara dan negara wajib memfasilitasi pendidikan secara gratis untuk rakyatnya. Tujuan dari pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian Islam yang terwujud dari pola fikir dan pola sikap yang Islami yang ditanamkan sejak dari kecil, menguasai tsaqofah Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi berikut ilmu terapan yang tepat guna. [republika.co.id]

Tuesday, December 5, 2017

JOKOWI TEGASKAN, GURU JANGAN RUWET URUS ADMINISTRASI

BREAKING NEWS - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy diminta untuk menyederhanakan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi guru. Supaya waktu guru untuk mendidik siswanya tidak terbuang karena sibuk mengurus hal yang bersifat administratif.

Hal ini disampaikan Jokowi di hadapan puluhan ribu guru dalam peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (2/12/2017).


"Tugas guru mendidik sebaiknya terhadap siswa-siswanya. Seharusnya tugas guru lebih banyak bersama peserta didik agar terjadi proses pendidikan yang berkualitas," kata Jokowi yang SekolahDasar.Net kutip dari Kompas.

Presiden mengatakan, berbagai urusan administrasi yang jadi keluhan guru dalam berbagai bentuk seperti kenaikan pangkat, sertifikasi, pencairan tunjangan profesi, inpassing guru swasta dan lain-lain seharusnya dapat disederhanakan. 

"Jangan lagi ruwet-ruwet, jangan lagi mbulet-mbulet. Semuanya harus dapat disederhanakan. Ini saya titip ke Mendikbud, Menpan-RB, Gubernur, Bupati dan Walikota," ucap Jokowi.

Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy itu, Jokowi mengatakan, jika pelayanan publik sekarang sudah jauh lebih terbuka dan transparan, maka diharapkan sistem layanan guru baik di pusat dan daerah juga lebih cepat, efektif dan efisien.


Presiden juga menitipkan pesan kepada guru untuk terus mendedikasikan pengabdiannya dalam mendidik generasi muda Indonesia. Salah satunya adalah dengan memerdekakan jiwa anak didik dalam pembelajaran yang inklusif sehingga terbuka ruang untuk munculnya kreativitas dan inovasi.

“Kepada guru bangsa ini (saya) menitipkan amanat untuk memupuk, memelihara, mengembangkan jati diri, dan membentuk karakter kita sebagai bangsa yang tangguh, berdaulat, mandiri, dan penuh toleransi,” kata Presiden yang SekolahDasar.Net kutip dari Pos Kota News. [sekolahdasar.net]

Monday, October 30, 2017

GURU MASIH MEROKOK BAKAL DIBERIKAN SANKSI TEGAS

BREAKING NEWS - Semua guru yang mengajar di sekolah harus diberi pembinaan agar tidak merokok di areal sekolah. Selain imbauan terus-menerus agar guru tidak merokok di sekolah, pembinaan juga harus tercermin dalam sanksi yang dijatuhkan bagi para guru perokok.

“Lakukan pembinaan bahwa (merokok) itu nggak bagus, sekolah harus (menjadi) kawasan bebas rokok,” kata Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi saat dihubungi Republika, Ahad (29/10).

 

Unifah melanjutkan, PGRI sudah satu suara mengenai ketentuan sekolah adalah areal bebas rokok. Menurutnya, PGRI sudah lama menandatangani nota kesepahaman dengan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau. Karena itu, PGRI selalu meminta agar para guru tidak merokok di area sekolah.

Menurut Unifah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu membuat rambu-rambu kebijakan larangan guru merokok, kendati pengelolaan sekolah merupakan kewenangan daerah. Sanksi yang diterapkan pun hendaknya lebih menekankan pada aspek pembinaan. Guru harus mendapat peringatan lebih dulu sebelum dikenakan sanksi.

Beberapa daerah berinisiatif menerapkan sanksi terhadap guru perokok. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie misalnya, mengancam guru yang merokok di sekitar wilayah sekolah akan dimutasi ke wilayah terpencil di provinsi itu. Unifah menilai, sanksi mutasi guru perokok sah-sah saja dilakukan asalkan didahului pembinaan. Misalnya, setelah guru itu dididik sekian kali tetap tidak ada perubahan. Karena mutasi guru perokok ke tempat terpencil bukan tanpa risiko.

Menurut dia, mutasi tanpa didahului pembinaan justru berdampak tidak baik bagi daerah terpencil tempat si guru dimutasi. Guru tersebut dikhawatirkan tidak bisa mengubah kebiasaan buruknya di tempat terpencil sehingga anak-anak di lokasi tugas baru akan terpapar rokok.

“Kebijakan apa pun juga tidak bisa tiba-tiba langsung diberi sanksi, lebih baik diberi penyadaran bahwa itu tidak bagus bagi para guru karena etikanya guru itu bebas rokok. Apalagi, diperlihatkan kepada anak-anak,” ujar Unifah.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyatakan, dia akan memberikan sanksi tegas kepada tenaga guru yang merokok di area sekolah. Guru yang merokok di sekitar wilayah sekolah diancam akan dimutasi ke wilayah terpencil di Gorontalo.

“Kalau ada guru yang merokok di sekolah, tolong SMS atau Whatsapp ke saya di nomor 081313424131, dilengkapi dengan foto guru yang sementara merokok. Saya akan berikan sanksi tegas,” ujar Rusli Habibie, Sabtu (28/10).

Pernyataan tersebut disampaikan gubernur saat meluncurkan program wirausaha sekolah di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo. “Saya tidak mau lihat ada guru yang merokok di kelas atau lingkungan sekolah, apalagi murid-muridnya,” kata dia.

Larangan merokok di sekolah bukannya tanpa alasan. Selain faktor kesehatan, guru yang merokok akan berpengaruh buruk bagi perkembangan jiwa para siswa. Selain itu, Pemprov Gorontalo sejak 2014 sudah intensif mengeluarkan larangan merokok di tempat umum yang dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Perda tersebut melarang merokok di sejumlah ruang publik di antaranya sekolah, rumah sakit dan terminal,” kata gubernur.
Baca juga :  SIAP-SIAP GURU PEROKOK BAKAL DIMUTASI KE WILAYAH TERPENCIL

Selain kepada guru, Rusli juga memberikan ancaman kepada para perokok calon penerima bantuan sosial dari Pemprov Gorontalo. Gubernur meminta agar bansos kepada calon penerima bantuan yang masih merokok tidak diberikan.
“Tolong kepala dinas terkait untuk seleksi lagi calon penerima bantuan agar tidak memberikan kepada mereka yang masih mengkonsumsi rokok, apalagi minuman keras,” kata Rusli. [republika]

Sunday, October 29, 2017

SIAP-SIAP GURU PEROKOK BAKAL DIMUTASI KE WILAYAH TERPENCIL

BREAKING NEWS - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akan memberikan sanksi tegas kepada tenaga guru yang merokok di area sekolah. Guru yang merokok di sekitar wilayah sekolah diancam akan dimutasi ke wilayah terpencil di provinsi itu.

"Kalau ada guru yang merokok di sekolah tolong SMS atau Whatsapp ke saya di nomor 081313424131, dilengkapi dengan foto guru yang sementara merokok, saya akan berikan sanksi tegas," kata Gubernur rusli, Sabtu (28/10).

 

Pernyataan pemberian sanksi tersebut disampaikan gubernur saat meluncurkan program wirausaha sekolah di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo. "Saya tidak mau lihat ada guru yang merokok di kelas atau lingkungan sekolah, apalagi murid-muridnya," tegasnya.

Larangan merokok di sekolah ini bukannya tanpa alasan, selain faktor kesehatan, guru yang merokok akan berpengaruh buruk bagi perkembangan jiwa para siswa. Selain itu, Pemprov Gorontalo sejak 2014 sudah intensif mengeluarkan larangan merokok di tempat umum, yang dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Perda tersebut melarang merokok di sejumlah ruang publik di antaranya sekolah, rumah sakit dan terminal," jelas gubernur.
Baca juga : Ini Dia 10 Nama Sekolah Dasar yang Unik dan Kocak, Cuma Ada di Indonesia Loh!.

Gubernur juga memberikan ancaman kepada calon penerima bantuan sosial dari Pemprov Gorontalo, untuk tidak memberikan bantuan kepada mereka yang perokok. "Tolong kepala dinas terkait, untuk seleksi lagi calon penerima bantuan, untuk tidak memberikan kepada mereka yang masih mengkonsumsi rokok, apalagi minuman keras," tutupnya. [republika]

Ini Dia 10 Nama Sekolah Dasar yang Unik dan Kocak, Cuma Ada di Indonesia Loh!.

BREAKING NEWS - Selain nama seseorang yang lucu, ternyata juga ada nama Sekolah Dasar (SD) yang lucu di Indonesia. Nama-nama SD ini belum diketahui sumber inspirasinya atau alasan mengapa diberi nama demikian. Namun, nama-nama SD kocak ini benar-benar ada, lho.

Penasaran apa saja? Berikut kami sajikan 16 Nama Sekolah Dasar yang Unik dan Kocak. Awas ngakakmu nggak berhenti.

 

1. NAMA SEKOLAH: SDN.KOLOR II NOMOR 11. 

Lokasi Sekolah SDN KOLOR II Kab. Sumenep Propinsi Jawa Timur Kecamatan Kota Sumenep Kelurahan Kolor

2. NAMA SEKOLAH: SD NEGERI DALEMAN 02 


SD NEGERI DALEMAN 02 KECAMATAN NGUNTER SUKOHARJO
3. NAMA SEKOLAH: SDN JENGKOL III.


Lokasi Sekolah SDN JENGKOL III Kota Kab. Tangerang Propinsi Banten Kecamatan Kresek

4. NAMA SEKOLAH: SD NEGERI BOKONG.

SDN BOKONG sebuah sekolah dasar yang berada di utara desa sonoharjo, margokaton, seyegan, sleman, yogyakarta! Namanya memang cukup aneh, tetapi dengan nama itu menjadikan sekolah itu unik dan mempunyai nama yang lain dari pada yang lain

Nama bokong dulunya berasal dari nama dusun sonoharjo yang dulunya bernama dusun bokong, dengan bertempatnya sekolah dasar itu di dusun bokong maka sekolah itu di namakan sdn bokong sampai sekarang walau dusun bokong telah berganti nama menjadi dusun sonoharjo

5. NAMA SEKOLAH: SD NEGERI 1 MENGANGKANG.


Alamat : Jl. Desa Somakaton Grumbul Mengangkang, RT/RW 3/2, Dsn. Somakaton, Ds./Kel Somakaton, Kec. Somagede, Kab. Banyumas, Prop. Jawa Tengah

6. NAMA SEKOLAH: SDN 6 DANGER


Alamat : Jl. Raya Paok Motong - Masbagik RT / RW : 0 / 0 Dusun : MONTONG AGUNG Desa / Kelurahan : DANGER Kecamatan : Kec. Masbagik Kabupaten : Kab. Lombok Timur Provinsi : Prop. Nusa Tenggara Barat

7. NAMA SEKOLAH: SD NEGERI 3 KEBOCORAN


kalau musim hujan repot nih...kwkkwkw
Alamat : Jalan Sumur Watu, RT/RW 2/2, Dsn. , Ds./Kel Kebocoran, Kec. Kedung Banteng, Kab. Banyumas, Prop. Jawa Tengah

 8. NAMA SEKOLAH: SDN 1 KASMARAN
 

 9. NAMA SEKOLAH: SD NEGERI SETAN


Alamat : Jl. H. Umar Baehaqi 1c, Salam RT / RW : 2 / 1 Dusun : Salam Desa / Kelurahan : Candiretno Kecamatan : Kec. Secang Kabupaten : Kab. Magelang Provinsi : Prop. Jawa Tengah

10. NAMA SEKOLAH: SD NEGERI BENER 01.


YANG LAIN POKOKNYA SALAH..HIKHIKHIK
Alamat : Jl Raya Bener 03, RT/RW 5/4, Dsn. Cilomajang, Ds./Kel Bener, Kec. Majenang, Kab. Cilacap, Prop. Jawa Tengah.
[https://liputanpendidik.blogspot.co.id/2017/10/16-nama-sekolah-dasar-yang-unik-dan_28.html]

Saturday, October 28, 2017

Ketua MPR RI: Kalau Mau Pendidikan Berkualitas, Guru Harus Disejahterakan

BREAKING NEWS - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menghadiri acara Penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2017, di Bengkulu, Jumat (2017).

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Muhajir Effendy, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Forkompimda Provinsi Bengkulu dan sekitar 1.400 peserta guru dan Tenaga Pendidikan PAUD seluruh Indonesia.

 

Dalam orasi kebangsaannya, Zulkifli Hasan sampaikan bahwa Pendidikan berkualitas dimulai dengan meningkatkan kesejahteraan Guru dan tenaga pengajar.

"Pendahulu sudah meletakkan dasar sistem pendidikan Indonesia. Mulai dari metode, kurikulum sampai anggaran 20 persen untuk pendidikan. Saya berkata demikian karena saya juga adalah lulusan pendidikan guru jadi sedikit banyak saya memahami pentingnya kiprah guru," tuturnya.

Ia berharap menghadapi persaingan bebas di era globalisasi ini, Guru ikut menanamkan nilai nilai kebangsaan untuk membentuk karakter bangsa.

"Pendidikan akan mewarnai alam pemikiran dan pada akhirnya akan membentuk pola pikir seluruh anak bangsa. Tentang bagaimana ia melihat bangsanya dan masa depannya," katanya.
Baca juga : REVISI UU ASN DI SAHKAN : SEBANYAK 439 RIBU TENAGA HONORER DI ANGKAT JADI PNS

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Muhajir Effendy, dalam kesempatan yang sama memberikan apresiasi kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan atas perhatiannya kepada dunia penddikan nasional terutama kepada guru-guru.

"Pendidikan nasional akan maju jika seluruh elemen masyarakat menyadari pentingnya pendiidkan yang berkualitas. Berkualitas tidak perlu mahal. Pendidikan yang baik yang bisa menjangkau seluruh rakyat Indonesia, itu yang sedang diupayakan pemerintah," tutur Mendikbud. [https://liputanpendidik.blogspot.co.id/2017/10/ketua-mpr-ri-pendidikan-berkualitas.html]

Thursday, October 26, 2017

SEMUA GURU SMA/SMK BAKAL DIJADIKAN GURU KONTRAK PROVINSI

BREAKING NEWS - Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT segera mengusulkan dan mengangkat semua guru SMA dan SMK untuk menjadi guru honor atau kontrak provinsi. Masih banyak guru yang belum diakomodir.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Ardi Kalelena,S.H dalam rapat paripurna DPRD NTT di Ruang Sidang Utama DPRD NTT, Kamis (26/10/2017).

 

Sidang paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Binna didampingi Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno,S.H.

Hadir Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTT.

Menurut Kalelena, pihaknya memberi apresiasi kepada pemerintah NTT yang meningkatkan anggaran di sektor pendidikan.

"Namun, masih ada beberapa persoalan serius yang perlu mendapat perhatian saat ini oleh pemerintah, yakni guru honor dan kontrak pada SMA/SMK di NTT," kata Kalelena.

Dia menjelaskan, guru-guru honor atau kontrak khususnya dibiayai oleh komite sekolah, harus diperhatikan, dengan mengusulkan agar mereka menjadi guru honor provinsi.

Kalelena juga mengatakan, pemerintah perlu juga mengalokasikan dana BOS daerah untuk pembiayaan guru honor komite dan operasional di sekolah-sekolah.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo mengatakan, politik anggaran di NTT harus berwajah pendidikan, karena itu neraca harus nampak porsinya.

"Tentu ada alokasi dana untuk BOS daerah, tunjangan sertifikasi dan juga hak lain. Ini harus diperhatikan serius sebab jika tidak maka indeks pembangunan manusia (IPM di NTT akan terus rendah," kata Winston.
Baca juga :  GURU PEROKOK SEBAIKNYA BERHENTI MENJADI GURU, BEGINI KATA AA GYM...

Dia menjelaskan, ada tiga pilar yang menentukan IPM, yakni pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi perlu diperhatikan, sehingga 2018 kedepan pihaknya mendesak agar ada keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan.

"Pengalihan telah berjalan hampir setahun, namun masih banyak persoalan terutama soal guru, hak guru dan hal lainnya perlu jadi perhatian pemerintah NTT," katanya.

Dikatakan, ada persoalan yang selalu dikeluhkan para guru, yakni soal dana atau uang lauk pauk, uang beras yang harus sesuai dengan harga pasar, khusus bagi guru dan tenaga kependidikan.
"Kita minta harus ada alokasi dana untuk pembiayaan kesra para guru dan juga untuk tenaga kependidikan," ujarnya. [tribunnews]

Wednesday, October 25, 2017

MENDIKBUD: PEKERJAAN ADMINISTRASI GURU BAKAL DIHAPUS AGAR GURU LEBIH FOKUS MENGAJAR, SETUJU?

BREAKING NEWS - Pernyataan kemendikbud tentang beban tugas administrasi guru yang membuat guru tidak fokus mengajar akan dikurangi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, menggulirkan gagasan guru harus berada di sekolah delapan jam per hari. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan anugerah Kawastara Pawitra di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu 15 Oktober 2016.

 

"Saya sedang merancang guru wajib di sekolah selama delapan jam. Terutama yang sudah mendapat tunjangan profesi," ujar Muhadjir.

Mendikbud mengatakan profesionalitas guru salah satunya diukur melalui waktu kerja. "Kalau guru baru 1 atau 2 jam sudah pulang, ya tidak profesional namanya. Apalagi kalau sengaja dicepatkan untuk les, yang membuka les dia sendiri. Itu tidak profesional," urainya.

Gagasan tersebut mendorong guru untuk tidak mengurangi porsi materi di sekolah. "Belajar harus tuntas di sekolah. Waktu di rumah digunakan anak-anak dengan keluarga. Jangan beban dibawa pulang," kata dia.

Muhadjir juga mengatakan delapan jam di sekolah tidak melulu dapat dimanfaatkan untuk terus memberikan materi namun juga membimbing siswa-siswi dengan kegiatan lain. " Misalnya ada bimbingan, pengawasan, kegiatan ekstrakulikuler, dampingi siswa-siswinya," imbuhnya.

Menurut Muhadjir sudah seharusnya guru memberikan yang terbaik untuk para siswanya. "Gaji guru dan tunjangan profesi itu dari rakyat. Sehingga harus memberikan yang terbaik bagi rakyat," kata dia.
Baca juga : KASIHAN...! HONORER MENANGIS SEJADI-JADINYA MINTA DIANGKAT JADI PNS

Muhadjir juga mengatakan pekerjaan-pekerjaan administratif yang dilakukan guru harus dikurangi. "Supaya mereka fokus mendidik," ujarnya.

Gagasan guru berada di sekolah selama delapan jam ini, lanjutnya, masih dalam pembahasan. "Ini masih kita pelajari dari sisi aspek-aspek legalnya," kata dia.

Di awal kepemimpinannya di Kemendikbud menggantikan Anies Baswedan, Muhadjir pernah membuat gagasan sekolah sehari penuh atau full day school bagi siswa. Namun, gagasan ini banyak ditentang sehingga dikaji ulang. Menurutnya, sekolah sehari penuh bisa memaksimalkan pengawasan anak, terutama bagi orang tua anak yang sibuk bekerja. [http://sekolahkekinian.blogspot.co.id/2017/10/mendikbud-pekerjaan-administrasi-guru.html]

GADIS 8 TAHUN INI DISEBUT PUNYA TULISAN TANGAN TERCANTIK SEDUNIA, MALAH DIKIRA PAKAI KOMPUTER

BREAKING NEWS - Banyak yang menilai bahwa tulisan tangan bisa mencerminkan kepribadian seseorang.

Tulisan yang rapi sejak awal hingga akhir bisa mencerminkan sifat konsisten terhadap diri seseorang.

Ada yang menilai jika tulisan tanggan penuh siku menandakan orang itu tegas.

Ada pula yang menyebut jika tulisan tangan banyak lengkungan menandakan orang itu sabar atau memiliki jiwa seni tinggi.

Kendati demikian membentuk karakter tulisan tanggan bisa melalui sebuah proses pelatihan.

 

Seperti yang dilakukan bocah delapan tahun asal Nepal yang dinobatkan sebagai pemilik tulisan tanggan terindah se-dunia ini.

Bocah berusia delapan tahun asal Nepal, Praktiri Malla, disebut menjadi pemilik tulisan tanggan terindah se-dunia.

Hal itu diketahui setelah Malla menjuarai lomba essay di India.

Tak hanya materi essay, tulisan tangan Malla di secarik kertas ternyata membuat dewan juri tercengang.

Bahkan banyak yang menduga tulisan essay milik Malla dibuat menggunakan komputer.

Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Mynewshub.cc, Senin (9/10/2017), tulisan essay itu benar-benar ditulis dengan tangan Malla sendiri.

Praktiri Malla memang dikenal mempunyai tulisan tangan sangat unik di sekolahnya.

Foto yang menunjukan tulisan tangan Malla itu kemudian beredar di media sosial.

“Saya belum pernah melihat tulisan yang agak unik seperti ini. Gaya penulisannya amat mengkagumkan meskipun dia baru barusia 8 tahun,” kata seorang juri.
Baca juga :  SISWA "PESTA" R0K0K ELEKTRIK,SIAPA YANG SALAH, GURUK, PIHAK SEKOLAH ATAU ORANG TUA?

Beberapa pakar yang melihat essay Malla bahkan menilai tulisan tanggan gadis delapan tahun itu sebagai yang tercantik di dunia.

Pelajar dari Sekolah Sainik Awasiya, Bhaktapuri itu mengaku menghabiskan dua jam sehari untuk melatih setiap huruf yang ditulisnya. (Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah) [tribunnews]