Friday, June 14, 2019

Jadwal & Proses Pendaftaran CPNS 2019, Berikut Penjelasan Resmi BKN Soal Mekanisme & Prioritaskan PPPK

BREAKING NEWS - Jadwal & Proses Pendaftaran CPNS 2019, Ini Penjelasan Resmi BKN Soal Mekanisme & Alasan Prioritaskan PPPK

Pemerintah kembali akan membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 sebanyak 253.173 orang. Ini terdiri dari PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK/P3K).



Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan, mengatakan terkait proses dan jadwal seleksi CPNS 2019 segera diumumkan ke publik. Namun dirinya belum bisa memastikan kapan persisnya.

Ridwan mengungkapkan, pada SOP itu telah diatur mekanisme awal hingga akhir pada seleksi CPNS 2019.

Seperti pengumuman selama 15 hari kerja, pendaftaran online, seleksi, dan lainnya.

"Itu semua akan kami sampaikan pada waktunya," tuturnya.

Dia mengungkapkan, untuk penerimaan tahap II ini, kemungkinan besar yang lebih dahulu dibuka dan diseleksi adalah untuk calon P3K. Ini juga sempat disinggung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin beberapa waktu lalu.

"Yang duluan adalah P3K tahap II, tahap I sudah kemarin. Pak Menpan RB ada sebut bulan, yang duluan seleksi adalah seleksi P3K. Kapan (pelaksanaan) saya belum tahu," imbuhnya.

Guna memberikan informasi kepada masyarakan, BKN telah mem-posting informasi terkait penerimaan CPNS 2019 di media sosial, baik Instagram, Facebook, dan Twitter.

"Saya belum tahu detailnya, kapan, di mana, bagaimana. Tetapi, SOP pelaksanaanya sudah jelas," kata Ridwan kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

BKN ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada penerimaan CPNS 2019. "Prosesnya belum bisa disampaikan karena memang belum ada detailnya.

Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan, selain menganalisis masukan dari daerah-daerah, kami juga akan melakukan evaluasi seleksi kompetensi bidang (SKB) yang dibilang terlalu sulit," tambahnya.

Imbauan Resmi BKN 

Menpan RB secara resmi telah mengumumkan melakukan penerimaan dan Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 yang akan dibuka setelah Lebaran nanti.

Usai ada surat dari Menpan RB tentang pendaftaran CPNS 2019, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan 254 ribu pegawai ASN dibutuhkan di tahun 2019.

Pengumuman tersebut diinformasikan seiring dengan kabar adanya penerimaan CPNS 2019 dibuka seusai lebaran. Pemerintah memastikan akan menyelenggarakan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019.

MenpanRB Syafruddin pun telah menerbitkan surat menteri perihal pengadaan Aparatur Sipil Negara atau ASN tahun 2019.

Baca juga : KABAR GEMBIRA BAGI PNS, INSENTIF DAN GAJI KE-13 CAIR JULI

Surat Menteri Syafruddin bernomor B/617/M.SM.01.00/2019 itu ditandatangi sejak 17 Mei 2019 dan bersifat segera.

Berdasarkan Surat Menteri PANRB Nomor B/617/M.SM.01.00/2019 tentang Pengadaan ASN Tahun 2019, usulan kebutuhan ASN tahun 2019 bagi pemerintah daerah harus memperhatikan ketersediaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan prinsip zero growth, kecuali untuk pemenuhan ASN bidang pelayanan dasar.

Berikut surat lengkapnya:





Setelah adanya pengumuman surat tersebut, BKN kini menginformasikan 254 ribu pegawai ASN dibutuhkan di tahun anggaran 2019 dengan rincian untuk pegawai Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Melansir laman Twitter resmi @BKNgoid pada Jumat (7/6), BKN mengumumkan kebutuhan pegawai ASN yang dibutuhakn pemerintah pada tahun anggaran 2019.

Pegawai ASN tahun 2019 itu dibutuhkan dengan pengisian formasi sesuai kuota yang telah ditentukan.

Berdasarkan pengumuman BKN, terdapat 2 bagian kuota untuk pengisian pegawai ASN tahun 2019.

2 bagian kuota tersebut diantaranya untuk PNS yang nantinya diisi oleh pelamar umum dan sekolah kedinasan, lalu untuk PPPK yang diisi dari eks THK-II dan honorer.

Kuota untuk kebutuhan pegawai PNS nantinya untuk Pemerintah Pusat dibutuhkan sekitar 46 ribu.

23 ribu tersebut terbagi 17 ribu dari pelamar umum dan 5 ribu dari sekolah kedinasan.

Sementara itu, untuk PPPK mendapatkan kuota sekitar 23 ribu pegawai yang dibutuhkan.

Tak hanya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah juga mendapatkan kuota untuk pegawai ASN di tahun 2019;.

Pegawai ASN yang dibutuhkan di Pemerintah Daerah terdiri dari 62 ribu PNS dan 145 ribu PPPK.

Meski telah mengumumkan kebutuhan PNS di tahun 2019, BKN menghimbau agar warga menunggu info resmi pembukaan CPNS 2019.

Namun demikian, tetap sabar u/ tunggu pengumuman resmi dr kami ttg kapan, bagaimana, siapa saja, dsb.

Dibuka Setelah Lebaran

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019, kembali dibuka oleh pemerintah.

Pembukaan CPNS 2019 kali ini, pemerintah akan membuka 100.000 lowongan.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin usai acara Musrembangnas, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

"Itu nanti untuk triwulan ketiga 2019," ujarnya kepada wartawan.

Saat ditanya kapan pastinya pembukaan CPNS dilakukan, Syafruddin mengatakan kemungkinan jadwalnya pada Oktober 2019.

Baca juga : Alhamdulillah, Guru Dapat Prioritas Khusus Seleksi PPPK

Namun demikian, mantan Wakapolri itu menuturkan, penarikan CPNS akan tetap mengutamakan untuk para guru honorer.

Adapun pada Juni 2019, Syafruddin juga mengungkapan akan membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K/PPPK.

4 Dokumen Wajib CPNS

Jika merujuk CPNS 2018, pelamar CPNS diminta menyiapkan berkas dokumen lebih awal.

Dokumen yang dibutuhkan masih menunggu konfirmasi lanjut dari pemerintah.

Namun jika mengacu pada penerimaan CPNS 2018, berikut dokumen yang wajib ada dirangkum.

Untuk tenaga profesional, persyaratan atau dokumen yang harus dipersiapkan sebagai berikut:

1. Fotokopi KTP

2. Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai yang telah dilegalisir

3. Surat keterangan akreditasi dari BAN PT.

4. Pas foto terbaru ukuran 4x6 cm sebanyak 4 lembar - latar belakang merah.

Dokumen tambahan bagi lulusan D III dan SMA/sederajat antara lain:

1. Materai Rp 6.000

2. Fotokopi KTP

3. Fotokopi ijazah/STTB

4. Fotokopi ijazah SD

5. Fotokopi ijazah SLTP

6. Fotokopi ijazah SLTA.

Alhamdulillah, Guru Dapat Prioritas Khusus Seleksi PPPK

BREAKING NEWS - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, rekrutmen guru akan diprioritaskan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ketimbang pegawai negeri sipil (PNS) untuk menampung guru honorer K2.

Namun pemerintah tidak membatasi guru honorer untuk berkompetisi menjadi PNS dengan catatan usia tidak boleh melampaui 35 tahun.



Tercatat, pemerintah merekrut 200.000-an formasi untuk PPKK dan PNS pada tahun ini dari total penerimaan PPPK dan PNS tahun ini sebanyak 254.173 baik untuk pusat maupun daerah.

“Prioritasnya PPPK. Guru honorer terutama K2 dan ini nanti ditambah yang non-K2. Untuk mereka guru honorer boleh berkompetisi di PNS atau PPPK kecuali yang secara usia tidak bisa ikut tes PNS, yaitu yang di atas 35 tahun dia harus melalui PPPK,” katanya.

Baca juga :  KABAR GEMBIRA BAGI PNS, INSENTIF DAN GAJI KE-13 CAIR JULI

Hanya berapa kuota rekrutmen guru, akan ada slot tambahan atau hanya akan menghabiskan jatah 155.000 tahun lalu, hingga kemarin belum di pastikan. Kemendikbud masih perlu berbicara dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).[economy.okezone.com]

KABAR GEMBIRA BAGI PNS, INSENTIF DAN GAJI KE-13 CAIR JULI

BREAKING NEWS - Pembayaran gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) bakal dilaksanakan bulan depan. Badan Keuangan (BK) menyiapkan anggaran Rp 25,5 miliar untuk gaji ke-13 ribuan PNS di Pemkab PPU.

Perinciannya, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan senilai Rp 15,5 miliar, dan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar Rp 10 miliar.



Kepala BK Kabupaten PPU Tur Wahyu Sutrisno menerangkan, pembayaran gaji ke-13 itu mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 57/PMK.05/2019 tentang Perubahan Ketiga Atas PMK Nomor 96/PMK.05/2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ke-13 kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan.

Besaran gaji ke-13 sebesar penghasilan pada Juni. “Dibayarkan bulan Juli. Menyesuaikan jumlah pembayaran THR (tunjangan hari raya) yang dibayarkan Mei lalu,” katanya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kamis (13/6).

Berdasar data Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) jumlah PNS yang terdaftar dalam basis data kepegawaian sebanyak 3.645 orang. Sementara jumlah calon PNS (CPNS) baik formasi umum maupun honorer kategori dua (K-2) sebanyak 206 orang. Dengan perincian 155 orang hasil seleksi CPNS 2018 dan 51 orang yang merupakan honorer K-2 hasil seleksi CPNS 2014.

“Bertambah atau berkurang jumlah gaji ke-13 yang dibayarkan, bergantung jumlah PNS yang dilaporkan ke kami. Sebab, kami hanya menyiapkan pagu anggarannya sebesar Rp 25,5 miliar. Sudah termasuk untuk CPNS,” kata pria berkumis itu.

Baca juga : INILAH 10 KRITERIA UNTUK MENJADI GURU PROFESIONAL

Untuk tanggal penyaluran gaji ke-13, mantan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) ini belum memastikannya. Pasalnya, masih ingin memastikan ketersediaan kondisi kas daerah. Ada kewajiban lain yang harus dibayarkan. Yakni pembayaran TPP atau insentif setiap pertengahan bulan. Pemkab PPU mengalokasikan pembayaran TPP setiap bulan Rp 10 miliar.

“Teknisnya akan melihat kondisi keuangan daerah. Bisa saja dibayarkan dulu TPP bulan Juni pada pertengahan bulan. Lalu gaji ke-13 dibayarkan akhir Juli. Asalkan kas daerah memungkinkan, kami bayar secara bertahap,” pungkasnya. [ww.infodikbud.xyz]

Monday, August 13, 2018

INILAH 10 KRITERIA UNTUK MENJADI GURU PROFESIONAL

BREAKING NEWS - Selain rajin, disiplin, dan sabar, apa saja kriteria yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru? Yuk, cek parameternya agar Bapak/Ibu menjadi teladan bagi siswa sekaligus guru profesional. 

1. Adil
Jadilah sosok pendidik yang obyektif, bukan subyektif. Adil di sini berarti Bapak/Ibu tidak berpihak pada satu sisi atau kelompok tertentu. Jadi, harus mampu menyikapi setiap siswa dengan karakter dan kemampuan yang beragam.



2. Terbuka
Selain itu, keterbukaan juga merupakan kriteria yang sangat penting bagi guru. Menerima kedatangan, pertanyaan, kritik, hingga masukan dari siswa. Untuk memperbaiki karakter siswa, Bapak/Ibu terlebih dulu harus melakukan perbaikan. Cobalah bersikap demokratis, tentu kelas akan jauh lebih menyenangkan.

Bukan hanya sikap, namun juga pikiran. Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, Bapak/Ibu harus bisa berpikiran terbuka. Ketimbang mengotak-ngotakkan mana murid pintar, bodoh, dan sedang-sedang saja, alangkah baiknya jika diubah sedikit cara berpikirnya. Setiap anak memiliki keunikan dan bisa sukses di kemampuannya masing-masing. Ketika Bapak/Ibu berpikiran terbuka, maka akan lebih mudah juga menyerap ilmu dari siapa pun, tanpa berpikir “Ah, saya sudah tahu itu,”. Zaman sekarang, ilmu itu bisa dari siapa saja lho, termasuk siswa di kelas.

3. Jadi Contoh
Selama ini, metode pengajaran apa saja yang telah Bapak/Ibu terapkan? Kalau hanya menyampaikan materi dengan ceramah panjang, rasanya tidak akan efektif. Pernah dengar “masuk telinga kiri, keluar telinga kanan”, kan? Tentu Bapak/Ibu tidak ingin hal demikian yang terjadi pada para peserta didik. Sebagai contoh sederhana, misalnya ada sampah yang tidak pada tempatnya di dalam kelas. Daripada hanya menegur “Jangan buang sampah sembarangan ya, anak-anak,”, akan lebih baik jika Bapak/Ibu langsung mengambil sampah tersebut dan memasukkannya dalam tempat sampah. Kemudian, ajak siswa bersama-sama membersihkan sambil menghias kelas. Ingatkan siswa bahwa sebagai penghuni kelas, maka harus bertanggungjawab atas semua yang dipakai, termasuk menjaga kebersihan dan ketentraman kelas. Dengan Bapak/Ibu memberi contoh, siswa tentu perlahan-lahan akan memiliki kesadaran untuk melakukan hal serupa. Hal ini juga akan mendewasakan siswa lho.

4. Bijaksana
Menjadi seorang guru, berarti harus bijaksana. Baik dalam mengambil keputusan, menyikapi masalah, maupun bertindak. Kalau Bapak/Ibu mampu menjadi sosok pendidik yang bijak, siswa tentu akan lebih respect. Pendidik yang bijaksana tahu bagaimana melakukan pendekatan yang tepat terhadap peserta didiknya.

5. Fleksibel
Well, menjadi guru memang harus punya prinsip, baik dalam nilai-nilai maupun pengetahuan. Namun, dalam menyampaikan prinsipnya, Bapak/Ibu sebaiknya fleksibel. Fleksibel di sini maksudnya adalah tidak kaku dan mampu menyesuaikan dengan kondisi, perkembangan, sifat, kemampuan, serta latar belakang siswa.

6. Peka
Bapak/Ibu Guru harus bisa cepat mengerti, memahami, dan melihat dengan perasaan apa yang terlihat pada siswa. Mulai dari ekspresi wajah, gerak-gerik, nada suara, dan lainnya. Jadi, guru dapat segera memahami apa yang dialami oleh siswa. Tidak hanya cepat memahami, tapi juga cepat tanggap untuk menanggulanginya.

7. Memahami proses
Dalam belajar dan mengajar, maka terjadi sebuah proses. Nah, proses ini tidak selalu mudah dilalui dengan cepat, bergantung pada individu masing-masing. Maka, penting sekali bagi seorang guru untuk bisa memahami arti proses. Memilih untuk menjadi guru tentu harus siap stok sabar yang banyak, bukan? Misalnya dalam mengajar, jika siswa tidak mudah memahami, maka jangan langsung dimarahi. Coba cek lagi, bagaimana karakter, tipe belajar, dan cara mengajar siswa tersebut.

Ketika selesai mengajar, seringkali Bapak/Ibu kembali ke rumah dalam keadaan yang sangat lelah. Tak terhindarkan juga rasa jenuh yang melanda ketika kehabisan akal menghadapi para siswa. Ini hal yang manusiawi kok. Namun, bisa diminimalisir jika Bapak/Ibu ingat betapa pentingnya sebuah proses. Jika merasa masih gagal dalam mengajar, cobalah untuk tetap menghargai setiap usaha yang telah dilakukan. Apabila hanya fokus pada kegagalan, maka akan memicu kemalasan, dan motivasi mengajar pun ikut turun. Jadi, hargai proses dan teruslah berinovasi.

8. Pengendalian diri
Menjadi seorang guru yang akan jadi teladan siswanya, maka harus bisa mengendalikan diri. Bapak/Ibu mampu memberikan pertimbangan rasional dalam memutuskan sesuatu dan memecahkan masalah. Kemudian, dapat menjalin hubungan sosial yang wajar dengan siswa, sesama guru, serta orangtua. Seorang guru yang profesional juga artinya telah bisa mengendalikan emosinya. Tahu bagaimana, kapan, dan di mana harus menyatakan emosinya.

9. Konsisten
Seorang guru juga harus bersikap konsisten, tidak plin-plan. Kalau sedikit-sedikit berubah, tentu akan berpengaruh pada tingkat respect siswa ke gurunya. Coba Bapak/Ibu tegas dan berwibawa dengan menerapkan disiplin positif. Kalau dari awal kesepakatannya A, maka seterusnya akan A, jangan tiba-tiba berubah haluan menjadi B. Sewaktu-waktu mungkin saja ada perubahan, asal disertai alasan yang masuk akal dan memberi manfaat bagi seluruh pihak.

Menjadi seorang guru harus konsisten dalam mengajar. Guru yang profesional dan tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi siswa. Sebagai guru, Bapak/Ibu dituntut menjadi sosok yang mampu menanamkan nilai-nilai terhadap siswa hingga mencapai kedewasaan. Jadi, harus tinggi konsistensinya.

10. Memahami jiwa siswa
Seorang guru itu layaknya dokter. Bagaimana dokter mengobati pasien yang sakit? Tentu dokter tersebut harus paham jenis penyakit yang diderita beserta pengobatannya. Nah, sama halnya dengan guru, mengobati jiwa siswa dan membentuk karakter baik. Oleh karena itu, jadilah guru yang mengerti sifat dasar jiwa manusia, kekurangan, serta cara menanganinya.

Baca juga ; Inilah 8 Tips agar Guru Disukai Siswa

Seorang guru ibarat seorang dokter. Untuk mengobati yang sakit, maka deperlukan dokter yang mengerti jenis penyakit yang diderita serta cara-cara mengobatinya. Begitu pula dengan seorang guru, dalam mengobati jiwa anak didiknya, membentuk akhlak yang baik. Untuk itu dibutuhkan pendidik yang mengerti akan sifat dasar jiwa manusia, kelemahan dan cara mengobatinya. Ibarat sakit, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi sebelum diobati hendaknya mencegah terjadinya penyakit. Dalam hal ini adalah akhlak anak didik. Sebelum mereka tumbuh dewasa dengan akhlak yang buruk maka sedini mungkin membentuk akhlak yang baik.

Nah, demikianlah 10 kriteria yang harus dimiliki guru sebagai tenaga pendidik. Happy teaching! [blog.ruangguru.com]

Inilah 8 Tips agar Guru Disukai Siswa

Tidak mudah untuk menjadi seorang guru apalagi jika kita ingin kehadiran kita di hadapan siswa menyenangkan, romantis, inspiratif, dan menjadi teladan. Secara administratif untuk menjadi seorang guru anda harus melalui dan memenuhi semua persyaratan yang diperlukan misalnya kualifikasi pendidikan yang dimiliki harus jenis pendidikan ‘ilmu keguruan’. Namun secara real di lapangan siapapun bisa menjadi guru.

Jarang sekali atau mungkin belum pernah terjadi ada orang yang menjadi guru karena mendapat anugerah atau pemberian orang lain. Seandainyapun ada, toh sicalon guru juga yang harus memilih bersedia atau tidak untuk menerima jabatan itu.



Setelah menjadi seorang guru anda harus mengetahui atau bila perlu memiliki ciri-ciri guru yang paling disukai siswa. Berikut ini adalah 8 ciri guru yang paling disukai siswa. Maaf, ini merupakan pengalaman pribadi yang pernah kualami sendiri.

1. Mudah tersenyum
Siswa paling suka kepada guru yang mudah tersenyum. Lebih menyenangkan lagi jika senyuman tersebut diselingi dengan sapaan. Guru yang ‘mahal’ senyum akan terkesan sangar dan sudah pasti tidak disukai siswa. Satu pesan buat anda, walaupun siswa suka dengan guru yang mudah tersenyum, jangan terlalu mengumbar senyum apalagi sampai senyum-senyum sendiri tanpa ada orang lain di sekitar anda !

2. Humoris
Belajar dengan serius memang harus diutamakan. Tetapi jika dalam penyampaian materi
ajar yang dilakukan guru terlalu serius maka yang terjadi adalah siswa menjadi bosan. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan bisa-bisa tidak tercapai. Selingi dengan humor ringan (jangan yang berat, anda bukan pelawak) ketika anda menyampaikan materi yang serius agar pembelajaran menjadi mengasyikkan dan siswa anda tetap fresh.

3. Menguasai bahan ajar
Rupanya ada guru yang kurang/tidak menguasai bahan ajar? Ada ! Tanya saja pada diri kita sendiri, terus jawab saja sendiri-sendiri (canda). Jujur, kita pasti pernah menemukan sosok guru yang sedang menyampaikan bahan ajar di depan kelas dengan bolak-balik melihat ke buku atau catatan yang ada di mejanya. Menurut anda, bagaimana penilaian siswa terhadap guru yang demikian?

4. Menjawab semua pertanyaan siswa
Rupanya ada guru yang tidak mampu menjawab semua pertanyaan siswa? Ada ! Dia mampu menjawab tapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa malah membuatnya bingung. Jangan sampai mahkluk yang membuat siswa kita tak nyaman (bingung) membuat kita tidak disukainya. Lantas bagaimana cara agar semua pertanyaan siswa dapat kita jawab? Jika anda tak mampu menjawab lemparkan pertanyaan tadi kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Kalau tak terjawab juga, jadikan PR, sementara itu anda boleh mencari jawabannya lewat teman atau meneruskan pertanyaan ke saudara kita, wak Google!

5. Berpenampilan menarik
Rupanya ada guru yang punya penampilan tidak menarik? Ada! Contohnya Aku, Aku hanya tampil menarik di hadapan guru honor kami yang masih belia dan cantik! (canda). Tampillah ‘gagah’ di hadapan siswa anda. Jangan nampak membungkuk, lamban, seperti tak mandi pagi dsb. Anda seorang guru tentu pernah ‘dicekoki’ dengan materi pelayanan prima. Praktekkan! Jangan hanya di depan rekan sejawat atau dengan masyarakat sekitar tapi lakukan di hadapan siswa anda, mudah-mudahan anda akan menjadi guru yang di nantikan siswa jika anda tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu.

6. Menyampaikan materi lewat permainan
Rupanya? Jangan dilanjutkan. Aku pernah membuat survey di kelasku dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana, diantaranya : “Pelajaran apa yang paling kamu sukai?” Apa jawaban dari mereka? Tanpa sengaja mereka sepakat : “Penjas, Pak!” Kusimpulkan bahwa ternyata mereka lebih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat permainan. Tantangan buat anda, ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam cara menyampaikan materinya dilakukan lewat permainan. Ingat! Bukan belajar sambil bermain, tapi bermain untuk belajar yang benar-benar untuk belajar. Kalau anda belum mampu menemukan teknik yang tepat seperti halnya saya, sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu ajak keluar semua siswa anda. Sebagai tahap awal lakukan proses pembelajaran dengan suasana santai misalnya di bawah pohon. Sayangnya cara seperti ini hanya sesuai untuk jumlah siswa yang relatif sedikit.

7. Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan 
Periksalah setiap tugas yang anda berikan kepada siswa, jangan menunda, walaupun kerja tersebut terasa memuakkan. Hargai jerih payah mereka. Berikan pujian dan penghargaan yang wajar kepada siswa anda yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jangan sekali-kali membunuhnya dengan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia ‘bodoh’ ketika hasil kerjanya jeblok, mungkin cara anda menyampaikan materi belum sesuai untuknya. Anggap saja dia sedang lamloud (lambat louding).

Baca juga ; MENDIKBUD MENEGASKAN TIDAK ADA KEBIJAKAN PENGHENTIAN TUNJANGAN BAGI GURU

8. Bertanggung jawab (berwibawa)
Bagian yang terakhir ini gampang-gampang susah karena tanggung jawab yang sudah kental biasanya agak sulit dipertahankan dan gampang mengendor. Ada guru yang tidak bertanggung jawab? Tidak! Semua guru bertanggung jawab. Tapi besar kecilnya tanggung jawab, itulah yang menjadi persoalan. Bertanggung jawablah anda pada hal-hal kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa anda jika anda merasa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan anda dengan rasa kesal dan jujur ketika anda tidak dapat mengisi kelas atas sebab tertentu. Jadilah guru yang dirindukan siswa anda, dihormati siswa anda, bukannya ‘ditakuti’ mereka. [rumahmentor.wordpress.com]

MENDIKBUD MENEGASKAN TIDAK ADA KEBIJAKAN PENGHENTIAN TUNJANGAN BAGI GURU

BREAKING NEWS - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penghentian tunjangan bagi guru. Hanya saja, pembayarannya menggunakan dana yang mengendap di pemerintah daerah.

"Tidak ada itu (penghentian tunjangan guru). Itu memang kita sisir, ada tunjangan guru yang tidak terserap. Artinya uang itu sudah ada di kas daerah. Kita surati ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) supaya uang itu dulu saja yang dibuat bayar. Jangan dikirim uang, bukan berarti disetop," terang Muhadjir di Malang, Minggu (12/8).



Jika tidak segera dilakukan pencairan, dana itu menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang harus dikembalikan pada negara. Ketika awal menjadi Menteri Pendidikan, Silpa lembaganya mencapai Rp 2,3 triliun.

"Karena 4 tahun tidak diingatkan oleh Kementerian Keuangan, akhirnya uangnya numpuk. Sekarang mulai kita sisir, pokoknya kita cek daerah yang uangnya belum terserap, kita minta Kemenetrian Keuangan suruh segera uang itu untuk bayar," terangnya.

Baca juga ; Dulunya Gaptek, Tapi Siapa Sangka Guru ini Sukses Meraup Keuntungan Dari Bisnis Online

Sebelumnya, beredar surat Kementrian Keuangan yang menyatakan akan menghentikan penyaluran beberapa tunjangan yang biasa didapatkan oleh para guru di daerah. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang bersifat segera.

Surat tersebut sebagai tidak lanjut surat Skretaris Jenderal Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai permohonan penghentian transfer Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG) dan dana Tambahan Penghasilan Guru (tamsil) melalui DAK non fisik tahun 2018. [www.merdeka.com]

Sunday, August 12, 2018

Dulunya Gaptek, Tapi Siapa Sangka Guru ini Sukses Meraup Keuntungan Dari Bisnis Online

BREAKING NEWS - Jika ada niat dan keyakinan, pasti akan ada jalan. Itulah yang selalu dikatakan Syafria Ningsih (47), seorang pengusaha busana muslim yang sukses berjualan online di Bukalapak.

Perempuan asal Medan, Sumatera Utara ini mengatakan awalnya tak pernah terpikir untuk berjualan online karena ia sama sekali tidak memahami dunia digital. Namun kemudian, ia merasa usaha offline yang dijalankannya sejak 2006 tak membuahkan hasil, bahkan hampir bangkrut.



"Saya itu gaptek alias gagap teknologi. Bagaimana mau jualan online, terima chat atau akses internet saja saya enggak ngerti. Akan tetapi, saya harus berubah agar bisnis saya bisa terus jalan," ujar perempuan yang akrab disapa Tante Keke tersebut kepada Tekno Liputan6.com, Jumat (10/8/2018) sore di Medan.

Tante Keke kemudian bertekat untuk jualan online di Bukalapak pada akhir 2016. Ia mengaku, Bukalapak mengajari dirinya membuat akun hingga berhasil seperti saat ini.

"Mengingat usia saya yang sudah tidak muda lagi, jadi sedikit kesusahan. Apalagi kedua anak saya kuliah di luar kota. Berkat bantuan teman-teman Komunitas Bukalapak, saya dapat berjualan di Bukalapak. Saya bersyukur, berjualan melalui e-Commerce seperti Bukalapak melancarkan usaha saya," ungkapnya dengan senyum.

Perempuan kelahiran 17 April 1971 ini pun mengaku merasa sangat tersentuh dengan pengalaman yang ia jalankan selama berjualan online.

"Saya tidak akan melupakan momen ini. Komunitas Bukalapak mendongkrak bisnis saya, yang mulanya minim penghasilan, kini bisa menjangkau pasar seluruh Indonesia," ungkapnya.

Untuk diketahui, Tante Keke merupakan mantan pegawai negeri sipil (PNS) sebagai guru matematika SMA dan memutuskan untuk keluar sebagai PNS karena ingin merawat anak-anaknya. Sebagai ibu rumah tangga, ia tidak mau berdiam diri dan merintis jualan offline pada 2006.

Pada 2007, ia mulai jualan sistem jaringan di rumah dengan menjual produk busana muslim, terutama busana muslim anak. Pada 2008, ia aktif mengajak ibu-ibu untuk memiliki sampingan usaha jualan.

Lalu pada 2009, ia membuka toko fisik dan gencar mencari reseller atau agen di tiap kota. Tante Keke bergabung di Bukalapak sejak 2016.

Sebelumnya, ia sempat mencoba jualan di Facebook dan Instagram. Akan tetapi, ia merasa tidak percaya sepenuhnya dan bingung. Setelah ada yang mengenalkan sistem di Bukalapak dan terjamin keamanannya, barulah Tante Keke berani jualan di Bukalapak.

"Di Bukalapak terdapat fitur-fitur premium yang sangat membantu saya meningkatkan penjualan. Salah satunya, saya menggunakan fitur push untuk mempromosikan barang sehingga berada di posisi pertama di halaman daftar barang atau pun berdasarkan pencarian by relevance," ujarnya menjelaskan.

Baca juga ; 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulis

Selain berjualan online, ibu dua anak ini juga aktif mengajak para pelapak agar tetap semangat berjualan, dan berbagi pengalaman di komunitas Bukalapak. Ia pun merangkul komunitas untuk membuat keseruan yang bisa menambah keakraban di antara pelapak.

"Tidak hanya membahas jualan, tapi lebih mengarah pada solidnya hubungan di antara komunitas. Saya mengajak para usaha kecil menengah (UKM) atau pebisnis online untuk berjualan lewat Bukalapak. Menurut saya, semapan apa pun bisnis kita, harus mulai ke online karena memang sudah zamannya," ucap Tante Keke. [www.liputan6.com]

Saturday, August 11, 2018

17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulis

BREAKING NEWS - Di tahun 2015, Theguardian.com, pernah melansir sebuah artikel yang membahas tentang jumlah penduduk buta huruf di dunia. Hasil penelitian dari World’s Women 2015 Report, menunjukkan bahwa sebanyak 781 juta orang di dunia berusia di atas 15 tahun merupakan penduduk buta huruf.

Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Sebab tujuan pendidikan hanya bisa dicapai jika budaya membaca dan menulis terus dilestarikan.



Data tersebut nampaknya bukan merupakan isapan jempol belaka. Di Amerika Serikat, ternyata ada seorang guru yang diketahui tidak mampu membaca. Hal tersebut seakan menjadi sebuah paradoks. Sebab bagaimana mungkin orang yang tidak bisa baca tulis mampu menjadi guru?

1. Inilah John Concoran, seorang guru yang ternyata tidak bisa membaca maupun menulis
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulisbbc.com
John lahir di New Mexico, USA, pada tahun 1937, dan merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Saat ia masih kecil, ia tergolong anak yang lambat bisa berbicara. Namun ia memiliki semangat besar untuk bersekolah.

Pada tahun pertama di sekolah, segalanya terasa mudah. Keanehan terjadi ketika ia menginjak tahun kedua di sekolah dasar, di mana ia mulai belajar membaca.

Ketika melihat huruf, ia merasa seperti melihat aksara Cina dan tidak mampu membacanya. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga ia lulus dari sekolah dan mulai berkarier. Belakangan, diketahui ternyata ia mengidap diseleksia.

Yakni sebuah gangguan proses belajar di mana penderitanya mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, atau mengeja.

2. Tidak berdiam diri, John justru mencari cara lain untuk dapat mengatasi kondisinya
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulislifedaily.com
Diam-diam, ia sangat tersiksa dengan keadaannya. Bahkan setiap malam ia berdoa agar Tuhan memberikannya kemampuan membaca keesokan harinya. Namun keadaan tidak juga berubah. Di sekolah ia termasuk ke dalam golongan “anak-anak bodoh” karena tidak mampu membaca.

Namun pada setiap kenaikan kelas, gurunya selalu meyakinkan orangtuanya bahwa John adalah murid yang cerdas.

Hal itu terus diucapkan gurunya kepada orangtua John setiap kenaikan kelas. Hingga akhirnya John menyerah untuk membaca ketika ia menginjak kelas 5. Ia merasa sekolah bukanlah tempat yang menyenangkan baginya.

Ia sadar ia telah mengecewakan orangtuanya dan bertekad mencari cara untuk dapat mengatasi kondisinya tersebut.

3. John terbilang cerdik. Ia mampu lulus sekolah hingga universitas tanpa ada seorang pun mengetahui jika ia tidak bisa membaca
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulissoundcloud.com
LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH
Editors’ Picks
9 Nama Bayi Putri Dari Anak Seleb Indonesia Yang Mengandung Doa Indah
7 Penginapan Di Jogja Yang Bisa Jadi Spot Foto Pre-Wedding, Estetis!
8 Pelajaran Cinta Dari Baim Wong-Paula, Kalau Yakin Gak Perlu Ditunda
Meski tidak bisa membaca, John sadar akan kelebihan yang dimilikinya. Ia sangat berbakat dalam olahraga, pandai dalam matematika, serta pintar bergaul. Dengan mengencani perempuan pintar dan populer yang bersedia mengerjakan pekerjaan rumahnya, ia dapat mudah lulus dari sekolah.

Bahkan saat SMA ia menjadi bintang sekolah karena keahliannya dalam bidang olahraga. Pada saat ujian, ia mampu menulis namanya sendiri, tapi tidak mampu membaca 1 kalimat pun. Alhasil, ia harus menyontek untuk dapat mengerjakan soal-soal ujian atau ia akan meminta temannya untuk mengerjakan ujiannya. Selepas lulus dari SMA, ia mendapatkan beasiswa penuh atas prestasi olahraga yang dimilikinya.

Tidak hanya itu, semasa kuliah ia juga pernah memasuki kantor profesornya pada saat tengah malam dan mencuri soal ujiannya untuk ia kerjakan, sebelum ia serahkan keesokan harinya. Singkat cerita, ia akhirnya lulus dari universitas.

4. Bagaimana akhirnya ia ketahuan?
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulismarinlibrary.org
Lulus dari universitas, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi sebuah guru pada sebuah SMA, dan ia menerimanya! Ia mengaku hal tersebut merupakan hal tergila dalam hidupnya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin ia mengajar siswa tanpa memiliki kemampuan membaca? Namun ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai guru ilmu sosial dalam kurun waktu 17 tahun sebelum akhirnya “rahasia”nya terungkap.

Pada sebuah wawancara yang dilansir dari Thehuffingtonpost.com, ia mengisahkan bahwa dulu putri kecilnya sering meminta dibacakan dongeng sebelum tidur. Ia lantas memegang buku dan mengganti halaman buku seolah-olah ia sedang membacakan buku cerita.

Padahal sesungguhnya ia hanya mengarang-ngarang ceritanya saja. Hingga suatu hari, putrinya meminta dibacakan buku cerita yang ia belum pernah dengar sebelumnya. Saat ia sedang mengarang cerita untuk putrinya.

Sang istri diam-diam memperhatikannya dan menyadari bahwa John tidak benar-benar membaca. Saat itulah ia mengakui kondisi sesungguhnya pada istrinya bahwa ia tidak bisa membaca.

Ia kemudian mengikuti sebuah kelas membaca yang diadakan pada perpustakaan umum. Ia baru bisa membaca ketika usianya menginjak 48 tahun.

5. Meski begitu, ia termasuk guru favorit di sekolah
Lebih Dari 17 Tahun Mengajar, Guru ini Ternyata Tidak Bisa Baca Tulisbarnesandnoble.com
Tidak ada satu guru dan murid pun yang mengetahui bahwa ia bisa membaca. Meski begitu, ia termasuk guru favorit di sekolah. Saat mengajar, ia tidak pernah menulis di papan tulis maupun membagikan modul kepada para siswa. Ia mengajak para siswa menonton banyak film dan melakukan diskusi.

Ia akan memilih 2-3 siswa yang menurutnya dapat menulis dan membaca dengan baik, untuk dapat membantunya tanpa ia perlu memberitahukan keadaan diri yang sebenarnya.

Baca juga ; Duh... Tunjangan PNS Bakal Dihapus

Ia memiliki dedikasi yang tinggi pada pekerjaannya. Namun terkadang ia merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Ia tidak mampu memberitahu keadaannya kepada siapapun, sebelum akhirnya ia menceritakan kondisinya kepada istri. Beruntung istrinya selalu mendukung agar tidak putus asa hingga akhirnya ia bisa bangkit dari keterpurukan.

Setelah berhenti menjadi guru, John beralih profesi menjadi agen real estate. John ingin membantu orang-orang yang pernah mengalami kesulitan seperti dirinya, dengan membuat sebuah buku tentang perjalanan hidupnya.

Ia juga membuka yayasan untuk membantu memberantas angka buta huruf. Bahkan ia terjun secara langsung dengan menjadi guru sukarelawan pada Dewan Literasi Lokal untuk membantu orang-orang agar dapat membaca. [www.idntimes.com]

Duh... Tunjangan PNS Bakal Dihapus

BREAKING NEWS - Pemerintah berencana menyederhanakan jumlah komponen tunjangan yang diterima Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, jenis dan komponen tunjangan yang diterima PNS dinilai terlalu banyak, sehingga skema penggajian dianggap berbelit-belit.

Berikut ini fakta-fakta tentang tunjangan PNS yang diguga untuk hemat uang negara, yang dirangkum oleh Okezone Finance:



1. Jenis dan komponen tunjangan yang diterima PNS dinilai terlalu banyak, sehingga skema penggajian dianggap berbelit-belit.

2. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyederhanaan tunjangan PNS bukanlah untuk penghematan anggaran.

3. Wacana tersebut masih bersifat sangat umum dan belum bisa dibeberkan kepada publik secara rinci.

4. Usulan tersebut berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Adapun pertimbangan dalam mengusulkan hal tersebut adalah untuk melakukan reformasi di bidang kepegawaian negara.

 Hari Ini Seluruh PNS Pemprov DKI Masuk Kerja Pascalibur Lebaran

5. Dalam reformasi tersebut, salah satu yang paling penting untuk dibenahi adalah ada tiga poin. Ketiga poin tersebut adalah organisasi, fungsi, rekruitmen hingga penggajian.

6. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut, sebab pembicaraan mengenai masalah tersebut masih ada di tahap awal.

Baca juga ; DAFTAR 189 DAERAH YANG TUNJANGANNYA DISTOP KEMENKEU

Sumber ; economy.okezone.com

DAFTAR 189 DAERAH YANG TUNJANGANNYA DISTOP KEMENKEU

BREAKING NEWS - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) menyebutkan penghentian penyaluran dana berbagai tunjangan guru berlaku di 189 daerah.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan, tunjangan itu ini terdiri dari tunjangan profesi guru (TPG), tunjangan khusus guru (TKG), dan dana tambahan penghasilan guru (Tamsil).



"Untuk pagu TPG Rp 56,8 triliun, TKG Rp 1,8 triliun, Tamsil Rp 795 miliar," kata Prima saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Dari 189 daerah, Prima menyebut untuk TPG terhadap 10 daerah yang dihentikan penyalurannya. Pada kuartal I telah disalurkan Rp 17 triliun untuk 530 daerah, pada kuartal II telah disalurkan Rp 14,2 triliun.

"Dihentikan penyaluran untuk 10 daerah sebesar Rp 29,9 miliar," ujar dia.

Sedangkan untuk TKG, Prima menyebutkan yang dihentikan penyalurannya sebanyak 39 daerah. Dari pagu Rp 1,8 triliun, telah disalurkan pada kuartal I sebesar Rp 512,1 miliar dan kuartal II sebesar Rp 412,2 miliar untuk 343 daerah.

Baca juga ; TRANSFER TUNJANGAN GURU DIHENTIKAN, INI ALASAN KEMENKEU...

Lalu, untuk Tamsil penyaluran yang dihentikan untuk 140 daerah. Dana yang sudah disalurkan pada kuartal I sebesar Rp 214,8 miliar dan kuartal II sebesar 151,7 miliar untuk 396 daerah.

Sehingga, jika ditotal maka terdapat 189 daerah yang dihentikan penyaluran berbagai dana tunjangan yang didapatkan guru di daerah. [finance.detik.com]

TRANSFER TUNJANGAN GURU DIHENTIKAN, INI ALASAN KEMENKEU...

BREAKING NEWS - Kementerian Keuangan menghentikan penyaluran dana tunjangan guru di sejumlah daerah. Tunjangan dihentikan berupa tunjangan profesi guru (TPG), tunjangan khusus guru (TKG), serta dana penghasilan tambahan guru (Tamsil) untuk penyaluran pada kuartal I dan II 2018.

Tidak semua pemda bakal menghentikan tunjangan guru tersebut. Namun, hanya untuk pemda yang masih memiliki kas yang mencukupi atau belum menyalurkan anggaran tunjangan guru.



Penghentian tersebut berdasar permintaan Kemendikbud. Melalui surat Sekjen Kemendikbud Nomor 44471/A.A1.1/PR/2018 pada 16 Juli 2018, Kemendikbud meminta agar Kemenkeu menyetop penyaluran dana tunjangan untuk beberapa daerah yang belum menyalurkan tunjangan secara maksimal pada 2017. Kemenkeu mengabulkan permintaan tersebut melalui surat Kemenkeu nomor S-176/PK.2/2018.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengatakan, penyetopan penyaluran ini dilakukan untuk pemda-pemda yang belum menyalurkan tunjangan guru dengan baik. Dengan demikian, ke depannya, anggaran untuk tunjangan guru masih ada.

Kebijakan tersebut tidak akan membuat guru gigit jari. Pemda cukup menyalurkan anggaran yang sudah ada. "Ini mekanisme biasa,'' kata Astera,seperti dioberitakan Jawa Pos.

Dia menegaskan, bagi daerah yang memiliki dana mengendap yang mencukupi untuk membayar tunjangan guru hingga akhir tahun, maka Kemenkeu bisa menerima rekomendasi Kemendibud tersebut. Dana mengendap tersebut dapat dimaksimalkan untuk membayar tunjangan guru.

"Hal ini tidak mengganggu hak guru dalam menerima tunjangan karena anggarannya di daerah tersebut tersedia," lanjut Astera.

Sebaliknya, bagi pemda yang tidak memiliki dana mengendap atau yang sudah menyalurkan dana tunjangan guru, maka tidak masuk dalam daftar rekomendasi dari Kemendikbud untuk penyetopan dana tunjangan. Atau tetap mendapat transfer dari pemerintah pusat.

Dari data Kemenkeu, pagu anggaran TPG pada 2018 tercatat sebesar Rp 56,8 triliun. Dari pagu tersebut, pada kuartal I Kemenkeu telah menyalurkan sebanyak Rp 17 triliun untuk 530 daerah. Kemudian pada kuartal II telah tersalur sebesar Rp 14,2 triliun juga untuk 530 daerah. Sementara itu, penghentian penyaluran dilakukan kepada 10 daerah dengan anggaran sebesar Rp 29,9 miliar.

Selanjutnya, untuk TKG, pagu anggaran tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun. Untuk kuartal I, pagu yang telah tersalurkan sebesar Rp 512,1 miliar dan kuartal II tersalur sebesar Rp 412,2 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk 343 daerah. Di luar itu, ada 39 daerah yang tidak mendapat tunjangan tambahan sebesar Rp 120,1 miliar.

Baca juga ; REVISI UU ASN : MULAI TAHUN DEPAN, PEGAWAI HONORER DAN PTT DIANGKAT PNS TANPA TES !!

Sementara untuk Dana Tamsil, pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 795 miliar. TPG yang telah tersalur sebesar Rp 214,8 miliar pada kuartal I, dan Rp 151,7 miliar untuk 396 daerah. Dana tersebut kemudian dihentikan penyalurannya untuk 140 daerah dengan pagu Rp 145,8 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, pada dasarnya pemerintah tidak menghapus tunjangan kepada guru melalui penghentian penyaluran tersebut.

"Yang ada adalah penghitungan kembali secara akurat mengenai jumlah yang ada, dan berapa yang akan dibayar sesuai dengan jumlah (dana mengendap) yang ada," tuturnya. [www.jpnn.com]